Trump: AS Sita Kapal Tanker Minyak di Lepas Pantai Venezuela
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa pasukan AS telah menyita sebuah kapal tanker minyak berukuran besar di lepas pantai Venezuela, langkah yang memperdalam ketegangan antara Washington dan Caracas.
“Kami baru saja menyita sebuah kapal tanker di lepas pantai Venezuela — sebuah kapal besar, sangat besar, bahkan yang terbesar yang pernah disita,” kata Trump dalam pertemuan di Roosevelt Room di Gedung Putih, dikutip dari CNBC, Kamis (11/12/2025) WIB.
Trump menolak memberikan detail mengenai pemilik kapal maupun tujuannya ketika ditanya wartawan. Itu disita karena alasan yang sangat baik,” ujarnya.
Harga minyak mentah AS naik 70 sen, atau 1,2%, menjadi US$58,95 per barel. Minyak Brent global naik 71 sen, atau 1,15%, menjadi US$62,65 per barel.
Trump dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Dalam wawancara dengan Politico, yang diterbitkan Selasa, Trump mengatakan “hari-hari Maduro sudah terhitung.” Ia juga tidak menutup kemungkinan intervensi darat ke negara Amerika Selatan tersebut.
“Saya tidak ingin mengonfirmasi atau menyangkal. Saya tidak membicarakannya,” ujar Trump kepada Politico.
Gedung Putih sebelumnya telah meningkatkan pengerahan militer di Karibia dan meluncurkan serangan mematikan terhadap kapal yang diklaim menyalurkan narkoba ke AS.
Venezuela adalah anggota pendiri OPEC dan pemilik cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Negara tersebut mengekspor sekitar 749.000 barel per hari tahun ini, dengan setidaknya separuhnya dikirim ke China, menurut data Kpler.
Ekspor Venezuela ke AS mencapai sekitar 132.000 barel per hari.
“Pelaku pengapalan kemungkinan akan jauh lebih berhati-hati untuk memuat minyak mentah Venezuela ke depannya,” kata Matt Smith, analis minyak dari Kpler.

