Rencana Damai Ukraina Masuki Babak Baru, Putin Siap Dialog ‘Serius’
Poin Penting
• Putin menyebut draf rencana damai AS–Ukraina dapat menjadi dasar perjanjian.
• Rusia menilai beberapa poin masih perlu analisis mendalam dan menolak konsesi isu inti.
• Ukraina memberi dukungan awal, sementara Trump mengatakan kesepakatan makin dekat.
• Kremlin menegaskan perang hanya berhenti jika Ukraina mundur dari posisi strategis.
MOSKOW, investortrust.id - Presiden Rusia Vladimir Putin memecah kebisuannya terkait rencana perdamaian yang didukung AS untuk mengakhiri perang di Ukraina. Ia memberi sinyal Moskow siap melakukan pembicaraan “serius” mengenai rancangan proposal tersebut.
Baca Juga
AS-Rusia Diam-diam Bikin Kesepakatan Damai, Ukraina Makin Terpojok?
Putin mengatakan pada Kamis (27/11/2025) bahwa garis besar rencana perdamaian awal yang disusun AS dan Ukraina dapat menjadi dasar kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang hampir memasuki tahun keempat.
“Secara umum, kami sepakat bahwa ini dapat menjadi dasar bagi perjanjian di masa depan,” kata Putin dalam pernyataan yang disampaikan saat kunjungan ke Kirgistan, sebagaimana diterjemahkan Reuters.
Ia menambahkan bahwa AS tampak mempertimbangkan posisi Rusia terkait penyelesaian damai dan bahwa Moskow siap berdiskusi “secara serius” ketika utusan khusus AS Steve Witkoff berkunjung ke Moskow pekan depan.
Dilansir CNBC, ini adalah pertama kalinya Putin berbicara secara publik mengenai rencana damai tersebut sejak rangkaian diplomasi intensif antara AS dan Ukraina dalam beberapa hari terakhir, menyusul laporan tentang rencana perdamaian 28 poin buatan AS-Rusia yang dinilai lebih menguntungkan Rusia.
Ukraina dan sekutu Eropa kemudian bereaksi cepat menyusun amandemen serta kontra-proposal yang didiskusikan bersama delegasi AS yang dipimpin Menteri Luar Negeri Marco Rubio di Jenewa akhir pekan lalu.
Baca Juga
Rencana Damai Perang Ukraina Dekati Kesepakatan, Jaminan Keamanan Masih Diperdebatkan
Saat ini perhatian tertuju pada respons Rusia. Draf terbaru, yang disebut telah dipangkas menjadi 19 poin utama, kabarnya telah mendapat dukungan sementara dari Ukraina.
Namun pada Rabu, penasihat dekat Putin, Yuri Ushakov, mengeklaim Rusia belum menerima versi resmi draf terbaru tersebut, hanya versi tidak resmi. Ia menilai beberapa aspek positif, namun ada poin yang “memerlukan analisis serius.”
Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov mengatakan Moskow menyambut upaya AS namun menegaskan “tidak ada konsesi dalam isu-isu kunci” terkait penyelesaian Ukraina.
Juru bicara Putin, Dmitry Peskov, memperingatkan agar tidak terburu-buru menyimpulkan akhir perang. “Tunggu. Masih terlalu dini,” katanya kepada wartawan, menurut TASS.
Putin pada Kamis memuji kemajuan Rusia di medan perang dan mengatakan pertempuran hanya akan berhenti bila pasukan Ukraina mundur dari posisi kunci. Bila tidak, Rusia akan mencapai tujuan militernya dengan kekuatan.
Sementara itu, laporan media AS menyebut delegasi Ukraina dalam pembicaraan di Abu Dhabi tampak mendukung dasar rencana damai AS, meski beberapa detail masih perlu dirampungkan.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, “Saya pikir kita semakin dekat dengan kesepakatan.” Dalam unggahan di Truth Social, ia menyebut hanya tinggal “beberapa poin perbedaan” yang tersisa.

