Wall Street Bangkit Setelah Mahkamah Agung AS Ragukan Legalitas Tarif Trump, Dow Melonjak Lebih dari 200 Poin
Poin Penting
- Indeks Dow Jones menguat 0,48% di tengah ekspektasi bahwa Mahkamah Agung dapat membatalkan sebagian tarif Trump.
- Saham-saham AI seperti AMD, Broadcom, dan Micron rebound kuat setelah penurunan akibat kekhawatiran valuasi.
- Data ketenagakerjaan ADP dan indeks jasa ISM yang lebih baik dari perkiraan memperkuat optimisme terhadap ekonomi AS.
- Namun, analis menilai pasar masih dalam fase “bergerak mendatar” akibat valuasi tinggi dan minim katalis baru.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada Rabu waktu AS atau Kamis (6/11/2025), setelah para hakim Mahkamah Agung mengajukan pertanyaan tajam mengenai legalitas tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump. Hal ini memunculkan harapan bahwa sebagian bea impor itu mungkin akan dibatalkan.
Baca Juga
Ragukan Legalitas Tarif Trump, Mahkamah Agung AS Pertanyakan Kewenangan Presiden dalam Pajak Impor
Saham-saham teknologi, terutama di sektor kecerdasan buatan (AI), juga pulih setelah tekanan valuasi pada hari sebelumnya.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 225,76 poin atau 0,48%, S&P 500 menguat 0,6%, dan Nasdaq Composite melonjak 0,9%.
Investor menyoroti sidang Mahkamah Agung yang membahas apakah presiden memiliki kewenangan untuk mengenakan tarif di bawah IEEPA. Keraguan para hakim terhadap legalitas tarif membuat pelaku pasar memperkirakan peluang Mahkamah untuk menolak kebijakan Trump semakin besar.
Saham perusahaan otomotif Detroit seperti Ford dan General Motors naik 3%, sementara Caterpillar — produsen alat berat — melonjak 4%.
“Perdebatan ini akan terus berlangsung tentang seberapa efektif tarif itu. Kita mungkin baru benar-benar tahu dampaknya pada kuartal pertama tahun depan,” beber Phil Blancato, Kepala Strategi Pasar di Osaic, seperti dikutip CNBC.
Saham AMD yang sempat melemah berbalik naik 3% setelah laporan pendapatan kuartal ketiganya melampaui ekspektasi analis. Kenaikan ini ikut mendongkrak saham AI lain seperti Broadcom dan Micron Technology, yang masing-masing naik hampir 2% dan 9%. Oracle juga pulih setelah penurunan tajam di sesi sebelumnya.
Namun, saham-saham lain di sektor AI seperti Palantir, Super Micro Devices, dan Arista Networks masih melemah karena kekhawatiran valuasi yang berlebihan. “Perdagangan berbasis AI tampaknya mulai kehilangan tenaga. Pasar menjadi sangat selektif,” ujar Blancato.
Data ekonomi yang dirilis Rabu menunjukkan ketenagakerjaan dan aktivitas jasa AS lebih kuat dari perkiraan, menandakan ekonomi masih solid. Meski demikian, hasil positif itu juga mendorong kenaikan imbal hasil obligasi, di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve bisa kembali memangkas suku bunga pada Desember.
Baca Juga
The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, tapi Powell Ragukan Kemungkinan Pemotongan Lanjutan Akhir Tahun
Menurut Blancato, pasar tenaga kerja tetap kuat, dan itu berarti AS jauh dari kondisi resesi. “Namun valuasi saham sudah tinggi, sehingga tanpa pemicu besar, sulit melihat pasar naik lebih jauh — tapi juga kecil kemungkinan terjadi koreksi tajam,” tambahnya.

