Pasar Saham AS Bergejolak, Trump Kembali Kobarkan Perang Dagang
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS bergejolak pada perdagangan Selasa waktu AS atau Rabu (15/10/2025) WIB. Indeks S&P 500 sempat menguat tajam dari posisi terendahnya, namun kehilangan sebagian besar kenaikannya menjelang penutupan karena perang dagang AS–China kembali memanas. Presiden Donald Trump mengkritik China karena tidak membeli kedelai AS, komentar yang mendorong S&P 500 kembali turun dan menutup sesi di zona merah.
S&P 500 ditutup turun 0,2% ke 6.644,31 setelah hari perdagangan liar yang membuat indeks acuan sempat turun hingga 1,5% dan naik 0,4% pada level tertingginya. Nasdaq Composite turun 0,8% ke 22.521,70, meskipun sempat anjlok hingga 2,1%. Dow Jones Industrial Average naik 0,4% atau 202,88 poin ke 46.270,46 setelah sempat menguat hampir 1%. Saham Caterpillar memimpin penguatan di Dow.
Saham dibuka lebih rendah setelah China memperketat kendali atas pelayaran global dengan menjatuhkan sanksi terhadap lima anak perusahaan Hanwha Ocean asal Korea Selatan di AS. Langkah itu melarang individu dan organisasi China berbisnis dengan perusahaan tersebut, dengan alasan memperkuat keamanan nasional.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer kepada CNBC mengatakan bahwa penerapan tarif tambahan 100% yang diancamkan Trump pada 1 November tergantung pada langkah selanjutnya dari China. Ia menegaskan tarif itu bisa diberlakukan lebih cepat.
Baca Juga
AS Siap Terapkan Tarif 100% ke China, Tergantung Respons Beijing
Meski sempat pulih di pertengahan sesi, indeks kembali melemah setelah Trump menulis di Truth Social, menuduh China sengaja tidak membeli kedelai AS sebagai “tindakan ekonomi bermusuhan” dan mengancam pembalasan berupa embargo minyak goreng.
“Belum jelas bagaimana titik keluarnya antara AS dan China jelang akhir bulan ini dalam isu perdagangan. Pasar masih mencoba memahami arah ketegangan ini,” kata Rob Haworth, Direktur Strategi Investasi Senior di U.S. Bank Wealth Management, seperti dikutip CNBC.
Saham teknologi seperti Nvidia tetap tertekan, sementara laporan keuangan Citigroup dan Wells Fargo yang lebih baik dari perkiraan membantu menjaga kepercayaan pasar.
Ketegangan dagang meningkat sejak pekan lalu ketika Trump mengancam menerapkan tarif tambahan 100% terhadap impor China, yang menyebabkan pasar saham anjlok tajam. Namun pada Minggu, Trump melunakkan retorikanya dengan menulis di Truth Social: “Jangan khawatir tentang China, semuanya akan baik-baik saja,” yang sempat mengangkat pasar pada Senin.
Baca Juga
Indeks volatilitas Cboe (VIX) sempat menyentuh level tertinggi empat bulan di atas 22 sebelum ditutup di 20,81, mencerminkan kekhawatiran baru di Wall Street bahwa tidak akan ada solusi mudah untuk perang dagang dengan China.

