Indonesia dan India Pertegas Komitmen Kemitraan Bilateral di Tengah Dunia Multipolar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Indonesia dan India menegaskan kembali komitmen mereka terhadap tatanan dunia multipolar dan penguatan kemitraan bilateral dalam Dialog Track 1.5 Kedua Indonesia-India yang dimulai hari ini di Jakarta, Senin (15/9/2025). Dalam sambutannya, Penasihat Khusus Menteri Luar Negeri RI Dindin Wahyudin menggarisbawahi peran Indonesia dan India memimpin dialog konstruktif mengenai tantangan global, mulai dari transisi energi hingga keamanan maritim.
"Indonesia dan India, sebagai dua negara demokrasi terbesar, berada pada posisi unik untuk menjalankan peran yang tidak hanya mencerminkan kepentingan nasional kami, tetapi juga komitmen kolektif kami dalam mengadvokasi perdamaian dunia dan mengatasi tantangan global," kata Dindin, Senin.
Menteri Negara Urusan Luar Negeri dan Tekstil India, Pabitra Margherita mengatakan bahwa Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955 merupakan salah satu tonggak penting abad ke-20, yang meletakkan prinsip-prinsip non-kekerasan, saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah, serta hidup berdampingan secara damai. Karena itu ia menilai semangat Konferensi Bandung harus dilestarikan dalam menghadapi pergeseran dinamika kekuatan global dan ketidakstabilan ekonomi.
"Apa yang perlu kita reformasi adalah peningkatan kurangnya akses terhadap sumber daya bagi negara-negara di Belahan Bumi Selatan (Global South) untuk mencapai pembangunan seperti India," ujar Pabitra.
Keduanya juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam forum multilateral seperti G20 dan BRICS, serta menyatakan harapan bahwa dialog ini akan membuka jalan baru untuk kerja sama.
Duta Besar Indonesia untuk India, Ina Krisnamurthi mengatakan penguatan hubungan bilateral Indonesia dan India didasarkan pada 6 C. Keenam C yang dimaksud yaitu Contact (Kontak), Connect (Koneksi), Cooperate (Kerja Sama), Collaborate (Kolaborasi), Coherence (Koherensi), dan Convergence (Konvergensi).
Bagi Indonesia perhelatan KTT G20, ASEAN-India, BRICS bukan hanya wadah untuk bertemu pemimpin negara lain, tetapi juga wadah untuk menyatukan dan menyatukan kawasan dan bangsa dalam upaya mencapai kepentingan bersama kita dan menemukan solusi untuk masalah yang sedang terjadi.
"Enam C yang telah saya sebutkan adalah pendorong terbaik dalam upaya menavigasi hubungan bilateral kita dalam bentuk dinamika global saat ini," ucapnya.
Ia juga menunjuk pada potensi mekanisme kerja sama trilateral dengan mitra-mitra seperti Australia, Prancis, dan Jepang, yang dapat menambah kedalaman strategis. Menurutnya, kunjungan tingkat tinggi yang lebih sering akan menyuntikkan momentum ke dalam kemitraan, sementara keterlibatan yang terfokus dalam perdagangan dan perniagaan tetap krusial.
“Pentingnya posisi strategis Indonesia dan India terbukti dari fakta bahwa pada pertengahan abad ini, kedua negara kita bersama-sama akan mewakili hampir 20% populasi dunia dan menyumbang sekitar 13-15% dari PDB dan output global,” ungkapnya.
“Pentingnya posisi strategis Indonesia dan India terbukti dari fakta bahwa pada pertengahan abad ini, kedua negara kita bersama-sama akan mewakili hampir 20% populasi dunia dan menyumbang sekitar 13-15% dari PDB dan output global,” ungkapnya.
Forum tersebut menggarisbawahi bahwa Indonesia dan India bukan hanya mitra regional, tetapi juga pemain global yang memiliki legitimasi historis dan kapasitas kontemporer untuk berkontribusi pada tatanan internasional yang lebih adil, multipolar, dan inklusif.

