Klaim Pengangguran AS Turun, tapi Ada Sinyal Pelemahan Pasar Kerja
Poin Penting
- Klaim awal turun ke 224.000, di bawah perkiraan.
- Perekrutan melambat, klaim lanjutan 1,953 juta.
- Tarif impor tertinggi dalam satu abad tekan sentimen bisnis.
- The Fed dihadapkan dilema antara inflasi dan dukungan pasar kerja.
WASHINGTON, investortrust.id – Jumlah warga Amerika yang mengajukan permohonan baru tunjangan pengangguran turun di tengah rendahnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, keengganan pelaku usaha untuk meningkatkan perekrutan akibat melemahnya permintaan domestik berpotensi mendorong tingkat pengangguran naik menjadi 4,3% pada Agustus.
Baca Juga
Pasar Tenaga Kerja AS Memburuk, Nonfarm Payroll Juli Hanya Tambah 73.000
Klaim awal tunjangan pengangguran negara bagian turun sebanyak 3.000 menjadi 224.000 secara musiman pada pekan yang berakhir 9 Agustus, menurut Departemen Tenaga Kerja pada Kamis (14/8/2025). Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan 228.000 klaim untuk pekan terbaru ini.
Pasar tenaga kerja terbelah antara rendahnya angka PHK dan lesunya perekrutan, ketika pelaku usaha beradaptasi dengan kebijakan perdagangan proteksionis Presiden Donald Trump yang telah mendorong tarif impor rata-rata AS ke level tertinggi dalam satu abad. Pertumbuhan lapangan kerja rata-rata mencapai 35.000 per bulan dalam tiga bulan terakhir, menurut laporan pemerintah pada awal Agustus. Permintaan domestik tumbuh pada kuartal kedua dengan laju paling lambat sejak kuartal IV 2022.
“Jika dilihat secara terpisah, angka (klaim) tersebut menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja masih kuat,” ujar Lou Crandall, Kepala Ekonom Wrightson ICAP, dikutip dari Reuters. Namun, ia memberi bobot lebih pada tren yang melemah dalam data payroll selama tiga bulan terakhir, yang jelas menceritakan kisah berbeda.
Baca Juga
Pasar Tenaga Kerja AS Tangguh, Yield USTreasury 10-Tahun Naik Tipis
Jumlah penerima tunjangan setelah pekan pertama bantuan—yang menjadi proksi perekrutan—turun sebanyak 15.000 menjadi 1,953 juta secara musiman pada pekan yang berakhir 2 Agustus, menurut laporan klaim tersebut.
Tingginya angka klaim lanjutan ini selaras dengan persepsi konsumen yang meningkat bahwa pekerjaan semakin sulit ditemukan. Para ekonom menyebut tren klaim lanjutan konsisten dengan kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,3% pada Agustus dari 4,2% pada Juli.
Pasar keuangan telah memperhitungkan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve bulan depan karena lemahnya pasar tenaga kerja. Namun, beberapa ekonom memperingatkan bahwa inflasi jasa yang meningkat serta ekspektasi kenaikan harga barang akibat tarif dapat membuat para pembuat kebijakan ragu untuk mengambil langkah tersebut.
Bank sentral AS bulan lalu mempertahankan suku bunga acuan overnight di kisaran 4,25%–4,50% untuk kelima kalinya berturut-turut sejak Desember.

