Kadin Ajak Perusahaan dan Pemerintah Prancis Bermitra Bangun Perkotaan Inklusif di Indonesia
Poin Penting
|
PARIS, Investortrust.id — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengajak pelaku usaha dan pemerintah Prancis untuk mempererat kemitraan strategis dalam membangun kota-kota inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri KADIN Indonesia, James T. Riady, dalam forum France-Indonesia Business Dialogue yang berlangsung di Paris, Prancis, Selasa (15/7/2025).
James menekankan bahwa kerja sama Prancis-Indonesia dalam pembangunan perkotaan merupakan peluang besar yang saling menguntungkan. “Sebagai mitra strategis, kedua negara dapat memanfaatkan kekuatan yang saling melengkapi untuk membangun kota yang inklusif, tangguh, dan berorientasi pada masyarakat,” ujarnya di hadapan para pemimpin bisnis dan pejabat pemerintah Prancis.
Menurutnya, visi nasional Indonesia tentang pembangunan perkotaan inklusif diarahkan untuk menjembatani kesenjangan antara kota-kota besar dan kawasan sekunder yang sedang berkembang. Sementara itu, Prancis memiliki keunggulan global dalam hal pengembangan kota berkelanjutan, smart cities, dan akses layanan publik yang adil.
Salah satu fokus utama yang disampaikan James adalah peluang investasi di sektor layanan kesehatan kota.
“Prancis memiliki kepemimpinan global dalam sistem kesehatan publik, manajemen rumah sakit, dan teknologi medis. Ini adalah peluang vital untuk memperkuat ketahanan kesehatan kawasan perkotaan Indonesia,” jelasnya.
Baca Juga
Kadin Pastikan Eksekusi MoU dengan Prancis dan Uni Eropa, Anindya: Bisnis Tak Perlu Menunggu
James juga mengajak perusahaan-perusahaan Prancis untuk turut berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur kesehatan, seperti rumah sakit regional, klinik keliling, dan jaringan telemedisin, khususnya di kota-kota sekunder yang belum terjangkau secara optimal. Selain investasi fisik, James juga mendorong terjadinya alih pengetahuan dan pelatihan tenaga kesehatan lokal melalui kemitraan dengan universitas-universitas kedokteran Prancis.
“Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi dari institusi pendidikan Prancis, kita dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan secara signifikan,” tambahnya sambil menyebut nama Carlos sebagai mitra teknologi potensial dalam upaya ini.
Selain sektor kesehatan, James juga menawarkan kolaborasi di bidang pendidikan dan infrastruktur cerdas. Ia mendorong pengembangan pusat vokasi Prancis-Indonesia yang berfokus pada urban resilience, green jobs, dan layanan digital. James juga mengusulkan kerja sama untuk membangun platform pembelajaran digital dan memperluas pertukaran riset serta budaya antara universitas di kedua negara, khususnya di kota-kota tier-2 dan tier-3 di Indonesia.
Di bidang infrastruktur, James menilai kepemimpinan Prancis dalam transportasi, air, dan infrastruktur digital dapat mendukung transformasi kota-kota menengah di luar Jakarta, termasuk dalam kerangka pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menyebut perlunya investasi dalam sistem transportasi bersih seperti e-bus, terminal terintegrasi, dan kereta perkotaan, serta pembangunan utilitas ramah iklim seperti manajemen air, energi, dan limbah berbasis teknologi.
Tak kalah penting, James mengusulkan pembentukan kerangka pendukung yang kuat, termasuk pembiayaan bilateral melalui AFD (Agence Française de Développement) dan BPI France, serta pembentukan Indonesia-France Smart City Fund untuk mendanai proyek-proyek perkotaan inklusif. Ia juga mendorong penyelarasan kebijakan publik-swasta, standar ESG, dan kerangka tata ruang untuk meningkatkan kepercayaan investor.
AFD atau Agence Française de Développement, adalah sebuah lembaga keuangan dan pembangunan milik pemerintah Prancis. Sementara BPI France adalah bank investasi publik milik pemerintah Prancis yang bertugas mendanai dan mendukung pertumbuhan perusahaan Prancis, baik melalui modal, pembiayaan, jaminan, maupun instrumen asuransi.
“Kolaborasi jangka panjang dengan Prancis dapat membantu Indonesia melompati tahapan menuju masa depan kota-kota yang inklusif dan sejahtera, di mana tak satu kota pun tertinggal,” pungkas James. Ia menegaskan bahwa kemitraan ini tidak hanya bermanfaat secara bilateral, tetapi juga dapat menjadi model pembangunan kota yang adil dan berkelanjutan bagi negara-negara di Global South.
Sekadar informasi, Forum France-Indonesia Business Dialogue digelar atas fasilitas dari MEDEF, atau Mouvement des entreprises de France. Lembaga ini bisa diartikan Kadin-nya Prancis yang mewakili kepentingan perusahaan-perusahaan Perancis di dalam dan luar negeri.

