Ini Alasan Indonesia Pilih Buat CEPA dengan Uni Eropa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia dan Uni Eropa telah mencapai kesepakatan akhir Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Proses akhir ini ditandai dengan penandatangan dan pertukaran surat antara pemerintah Indonesia dan Komisi Uni Eropa.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah Indonesia memilih menggunakan kesepakatan CEPA, alih-alih free trade agreement (FTA). Karena kerangka kesepakatan FTA hanya menyangkut tarif dan non-tarif.
Airlangga mengatakan, dengan CEPA terdapat banyak hal yang bisa masuk dalam kerangka kerja sama.
“Termasuk renewable energy, capacity building, dan berbagai produk non-tarif dan perdagangan,” kata Airlangga di Paris, Prancis, dikutip Rabu (16/7/2025) waktu Indonesia.
Baca Juga
Setelah IEU-CEPA Kelar, Pemerintah Bakal Kejar Keanggotaan OECD dan CPTPP
Melalui CEPA dengan Uni Eropa ini, Indonesia berharap sejumlah keuntungan. Salah satunya investasi. Meski tak menyebut angka investasi yang dihasilkan, menurut Airlangga, investasi dari Uni Eropa dapat didongkrak ke lima besar.
“Sekarang dia kan top 10. Tetapi tergantung masing-masing negara,” jelas dia.
Investasi langsung yang masuk ke Indonesia saat ini terbesar berasal dari negara-negara di Asia. Airlangga menyebut tiga besar negara yang berinvestasi langsung ke Indonesia yaitu Singapura, China, dan Jepang.
Dengan IEU-CEPA, Airlangga berharap Indonesia masuk dalam like minded countries, bagi Uni Eropa. Artinya, Eropa akan merasa iklim investasinya sama.
“Karena investasi itu mengikuti perdagangan, investment following the trade. Kalau trade naik, investment naik,” kata dia.

