Menkeu AS Sebut Kemungkinan ‘Deeskalasi’ Perang Tarif AS-China dalam Waktu Dekat
WASHINGTON, investortrust.id - Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan kepada para investor dalam pertemuan tertutup pada hari Selasa (22/4/2025) bahwa ia memperkirakan “akan ada deeskalasi” dalam perang dagang Presiden Donald Trump dengan China dalam “waktu yang sangat dekat.”
Baca Juga
China Akan Balas Negara-Negara yang Ikuti Seruan AS untuk Mengisolasi Beijing
Hal itu disampaikan sumber yang berada di ruangan pertemuan kepada CNBC.
“Tidak ada yang berpikir status quo saat ini dapat dipertahankan,” kata Bessent dalam pertemuan tertutup investor di Washington, D.C., yang diselenggarakan oleh JPMorgan Chase.
Saham, yang sebelumnya sudah mulai pulih dari aksi jual hari sebelumnya, melonjak lebih tinggi setelah pernyataan Bessent diberitakan pertama kali.
Bessent mengatakan bahwa prospek deeskalasi antara dua kekuatan ekonomi “seharusnya memberi kelegaan bagi dunia dan pasar,” menurut orang yang berada dalam ruangan dan diberikan anonimitas untuk menggambarkan acara privat tersebut.
“Kita sekarang berada dalam situasi embargo, dari kedua belah pihak, bukan?” katanya.
Bessent juga menegaskan bahwa, meskipun AS telah menaikkan tarif terhadap impor China hingga 145% dan China membalas dengan tarif 125% atas barang-barang AS, tujuan dari kebijakan Trump “bukanlah untuk memisahkan diri secara ekonomi.”
Baca Juga
Menteri Kabinet AS itu menyebut bahwa bernegosiasi dengan China kemungkinan akan menjadi proses yang berat.
Namun, kedua pihak “tidak berpikir status quo saat ini dapat bertahan,” tambah Bessent.
Pada hari Selasa malam, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menggemakan pandangan optimistis Bessent terhadap pembicaraan dengan China, meskipun tidak ada pejabat yang menyatakan bahwa negosiasi tersebut benar-benar telah dimulai.
Leavitt mengatakan dalam jumpa pers bahwa Trump ingin rakyat tahu bahwa “kami berada dalam posisi yang sangat baik terkait potensi kesepakatan perdagangan dengan China.”
Trump sedang “mempersiapkan panggung untuk kesepakatan dengan China,” katanya, “dan bola sedang bergerak ke arah yang benar.”
Saat ditanya apakah Trump telah berbicara langsung dengan Presiden China Xi Jinping, Leavitt mengatakan ia tidak memiliki informasi untuk dibagikan.

