Bos ECB Berharap Trump Tidak Pecat Powell dari The Fed
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden ECB Christine Lagarde pada Selasa (22/4/2025) mengatakan ia berharap Presiden AS Donald Trump tidak memecat Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Skenario ini diharapkan tidak menjadi kenyataan.
Baca Juga
Trump Kembali Desak The Fed Pangkas Suku Bunga, Isyaratkan ‘Pemecatan’ Powell
Ketika ditanya oleh Sara Eisen dari CNBC apakah upaya Trump untuk memecat ketua bank sentral merupakan risiko material bagi pasar, Lagarde menjawab: “Saya tentu berharap tidak ... Saya berharap itu bukan suatu risiko.”
Trump menunjuk Powell selama masa jabatan presiden pertamanya, namun kini sedang mempertimbangkan apakah secara hukum ia bisa dipecat sebelum masa jabatannya berakhir.
Berbicara di sela-sela Pertemuan Musim Semi IMF-Bank Dunia, Lagarde mengatakan kepada CNBC bahwa ia tidak akan mengomentari implikasi pasar dari peristiwa yang ia harap “tidak akan terjadi.”
Trump terus menekan Powell untuk menurunkan suku bunga, memperingatkan bahwa ekonomi AS bisa melambat.
Baca Juga
Sebaliknya, Powell minggu lalu menyatakan bahwa perang dagang Trump dapat membebani pertumbuhan dan memicu inflasi. Ia tidak menyatakan ekspektasinya terhadap arah suku bunga, tetapi menekankan bahwa pihaknya saat ini berada dalam posisi menunggu kejelasan lebih lanjut sebelum mempertimbangkan penyesuaian kebijakan.
“Kami berdua sudah terbiasa dengan tekanan politik dalam berbagai bentuk. Saya sangat menghormati pekerjaan yang ia lakukan, dan atas kesetiaannya pada tugasnya serta usahanya yang rajin dan disiplin dalam menjalankan mandatnya. Bagi dia, saya yakin, sebagaimana juga bagi saya, mandat adalah kompas kami. Kami harus menjalankan mandat tersebut,” beber Lagarde.
ECB pekan lalu memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin lagi, menjadi pemotongan ketiga di tahun 2025 dan ketujuh sejak kebijakan pelonggaran dimulai musim panas lalu. Dalam pernyataan kebijakan moneternya, bank sentral memperingatkan prospek pertumbuhan yang melemah akibat ketidakpastian perdagangan global yang dipicu oleh kebijakan tarif Trump.
Baca Juga
ECB Pangkas Bunga 25 Bps, Peringatkan Prospek Pertumbuhan 'Memburuk' Akibat Perang Dagang
Trump telah menyebut pemotongan suku bunga ECB dalam kritik terbarunya terhadap Powell. Pada hari Senin, ia memposting di platform Truth Social bahwa ECB telah memotong suku bunga tujuh kali, dan kembali menyebut Powell sebagai “Mr. Too Late.”
Negosiasi Perdagangan UE-AS
Lagarde juga membahas dampak kebijakan tarif Trump yang mengguncang pasar, dengan mengatakan bahwa tarif yang saat ini dihadapi zona euro lebih tinggi dari tarif 10% yang diberlakukan secara menyeluruh terhadap mitra dagang AS, karena mencakup tarif 25% untuk baja, aluminium, dan mobil. Uni Eropa bisa dikenai tarif menyeluruh sebesar 25% tanpa adanya kesepakatan.
“Saya yakin masih ada ruang untuk negosiasi. Adalah sifat dari para pembuat kebijakan untuk duduk bersama dan menyampaikan argumen, menyatakan kepentingan, garis merah, dan kerentanannya, dan saya yakin dialog dapat terjadi,” kata Lagarde.
“Saya akan terkejut jika itu tidak terjadi,” tambahnya.
UE saat ini menunda gelombang pertama tarif balasannya sebagai tanggapan atas tarif logam, sambil terlibat dalam perundingan.
Lagarde mengatakan ia tidak setuju dengan pandangan Trump bahwa UE memperlakukan AS secara tidak adil dalam perdagangan karena surplus barangnya, dengan mencatat bahwa hubungan tersebut juga mencakup sektor jasa dan investasi langsung asing.
Menurut dia, ada begitu banyak kepentingan bersama antara AS dan Eropa. “Mungkin ada sektor-sektor di mana negosiasi serius perlu dilakukan, tapi seperti biasa dalam perdagangan ... itu bukan hanya sepihak, tapi dua arah,” ucapnya.

