Saham Eropa Merosot 4,5% di Tengah Gejolak Pasar Global Akibat Tarif Trump
LONDON, investortrust.id - Saham-saham Eropa merosot untuk hari keempat berturut-turut pada Senin (07/04/2025), di tengah kekacauan pasar saham global. Gejolak pasar dimulai pekan lalu setelah pengumuman terbaru dari rezim tarif Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 sempat turun hingga 6% di awal sesi, namun sedikit memangkas kerugian dan ditutup melemah 4,54%. Indeks CAC 40 Prancis anjlok 4,8%, sementara DAX Jerman turun 4,26% dan FTSE 100 Inggris melemah 4,4%.
Saham-saham AS, yang anjlok pada akhir pekan lalu ketika saham teknologi mega-cap “Magnificent Seven” kehilangan lebih dari $1 triliun hanya dalam satu hari, juga turun tajam pada hari Senin.
Pasar saham global terguncang selama sesi sore waktu Eropa, sempat melonjak ke zona hijau menyusul laporan media dan spekulasi di media sosial tentang kemungkinan jeda tarif. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada Eamon Javers dari CNBC pada hari Senin bahwa pembicaraan mengenai jeda 90 hari adalah “berita palsu.”
Ancaman Trump
Ketidakpastian semakin meningkat menjelang penutupan pasar Eropa, saat Trump mengancam akan menaikkan tarif terhadap China sebesar 50% lagi kecuali China membatalkan tarif balasan mereka.
Baca Juga
Balas Tarif Trump, China Terapkan Tarif 34% atas Barang Impor asal AS
Pekan lalu, indeks regional Stoxx 600 mencatat penurunan sebesar 8,4%, menjadi pekan terburuknya dalam lima tahun terakhir. Dalam dekade terakhir, Stoxx 600 hanya mencatat kinerja yang lebih buruk pada awal pandemi Covid-19 tahun 2020.
Trump mengumumkan daftar lengkap tarif timbal baliknya, yang mengejutkan investor karena banyaknya impor dari mitra dagang utama AS yang akan dikenai bea baru.
Baca Juga
Tarif Trump Berkisar antara 10% hingga 49%, Ini Pernyataan Lengkap Trump
Langkah ini juga memicu kekhawatiran akan terjadinya perang dagang global, dengan China membalas dengan menetapkan tarif 34% pada barang-barang AS dan Uni Eropa berjanji akan memberlakukan tindakan balasan jika negosiasi dengan Amerika gagal.
Di Asia pada hari Senin, aksi jual saham terus terjadi, dipimpin oleh saham-saham yang terdaftar di China. Ekonomi Asia diperkirakan akan menjadi yang paling terdampak oleh tarif timbal balik, dengan Vietnam dikenai tarif sebesar 46%, China dengan tarif baru sebesar 34%, sementara Kamboja dikenai tarif 49% dan Sri Lanka 44%. Banyak ekonomi di kawasan ini memainkan peran penting dalam rantai pasokan perusahaan internasional.
Terlepas dari reaksi pasar, Trump tetap teguh pada kebijakan perdagangannya. Pada hari Minggu, Trump menegaskan hal itu kepada wartawan, meskipun ia tidak ingin pasar turun. “Terkadang Anda harus minum obat untuk memperbaiki sesuatu,” ujarnya.

