Wall Street Terbang di Akhir Pekan, Dow Melonjak Hampir 700 Poin
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS naik tajam pada Jumat waktu AS atau Sabtu (15/03/2025) WIB. Kenaikan ini mengembalikan sebagian dari kerugian besar yang dialami investor sepanjang minggu ini.
Baca Juga
Ancaman Tarif Trump Bikin Wall Street Ambruk Lagi, Dow Ambles Lebih dari 500 Poin
Indeks Dow Jones Industrial Average melejit 674,62 poin atau 1,65% ke 41.488,19. Indeks S&P 500 melompat 2,13% ke 5.638,94, dan Nasdaq Composite melonjak 2,61% ke 17.754,09. Ini adalah hari terbaik tahun 2025 untuk S&P 500 dan Nasdaq.
Saham teknologi besar yang sempat terguncang awal pekan ini mengalami pemulihan tajam. Saham Nvidia melonjak lebih dari 5%, Tesla naik hampir 4%, dan Meta Platforms bertambah hampir 3%. Amazon dan Apple juga menguat.
Saham naik setelah tidak ada berita baru dari Gedung Putih terkait tarif, meredakan kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan untuk sementara waktu. Investor juga mungkin mulai membeli saham setelah aksi jual di pasar pada hari Kamis.
Penurunan lebih dari 1% pada Kamis menarik S&P 500 ke dalam wilayah koreksi, penurunan setidaknya 10% dari rekor penutupan yang dicapai 16 hari sebelumnya. Aksi jual ini juga menyeret Nasdaq lebih jauh ke dalam koreksi dan membawa indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 semakin dekat ke pasar bearish, penurunan 20% dari titik tertingginya.
Ini menandai tonggak lain dalam penurunan yang mencengkeram investor selama tiga minggu terakhir, karena kebijakan tarif Trump yang berubah-ubah meningkatkan ketidakpastian dan volatilitas pasar.
Baca Juga
Trump Ancam Tarif 200% pada Sampanye Prancis dan Minuman Beralkohol Uni Eropa
Meki begitu, reli ini tidak mampu menyelamatkan ketiga indeks utama dari kerugian mingguan. Dow turun sekitar 3,1%, pekan terburuknya sejak Maret 2023. S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun lebih dari 2% dan mencatatkan pekan keempat berturut-turut dengan kerugian.
Menambah sentimen positif pada hari Jumat adalah pernyataan pemimpin minoritas Senat Chuck Schumer, D-N.Y., yang mengatakan bahwa ia tidak akan menghalangi rancangan undang-undang pendanaan pemerintah dari Partai Republik.
Namun, data yang dirilis pada hari Jumat dari University of Michigan menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen terpengaruh oleh ketidakpastian terkait tarif, dengan indeks sentimen konsumen turun pada Maret ke 57,9 atau lebih rendah dari perkiraan 63,2 oleh ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.
“Sentimen konsumen lebih buruk dari perkiraan, ekspektasi inflasi meningkat, imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun naik. Seharusnya pasar mengalami penurunan, tetapi banyak pihak mengamati apakah reli ini memiliki daya tahan,” urai Thomas Martin, manajer portofolio di Globalt Investments, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Powell Sebut The Fed Menunggu ‘Kejelasan’ Kebijakan Trump Sebelum Putuskan Suku Bunga
Investor kini bersiap untuk pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu depan, dengan probabilitas 97% bahwa suku bunga akan tetap stabil, menurut alat FedWatch CME.
“Apa yang ingin kami lihat adalah suku bunga tidak naik, karena itu akan menunjukkan bahwa The Fed kehilangan kendali. Jika The Fed mengumumkan pemotongan tetapi suku bunga justru naik, itu menandakan kurangnya kepercayaan pasar,” tambah Martin.

