Trump akan Beri Sanksi Tarif 10% pada China, tapi Puji Presiden Xi
DAVOS, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, dirinya “selalu memiliki hubungan yang baik” dengan Presiden China Xi Jinping dan bahwa ia berharap untuk “menjalin hubungan baik dengan China.”
AS dan China akan “memiliki hubungan yang sangat baik,” kata Trump dalam wawancara virtual di Forum Ekonomi Dunia, menurut keterangan resmi Gedung Putih.
Baca Juga
Trump Akan Kenakan Tarif Tambahan 10% untuk China, 25% untuk Kanada dan Meksiko
“Yang kami inginkan hanyalah keadilan. Kami hanya ingin lapangan bermain yang setara,” ujar Trump, seperti dikutip CNBC. “Tapi saya sangat menyukai Presiden Xi. Saya selalu menyukainya,” tambahnya.
Trump yang baru dilantik awal pekan ini mengatakan bahwa ia mungkin akan menaikkan tarif barang-barang China sebesar 10% secepatnya pada 1 Februari. Gedung Putih pada hari Senin juga mengumumkan rencana untuk menyelidiki China terkait tindakan yang merugikan perdagangan AS.
Selama masa kampanyenya, Trump pernah mengusulkan untuk memberlakukan tarif hingga lebih dari 60% pada barang-barang China.
Trump juga mengatakan bahwa ia berharap dapat bekerja sama dengan China untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina. “Semoga, China dapat membantu kami menghentikan perang, khususnya antara Rusia dan Ukraina. Mereka memiliki pengaruh besar terhadap situasi tersebut, dan kami akan bekerja sama dengan mereka,” katanya.
China juga menekankan kesediaannya untuk bernegosiasi dengan Washington. Kementerian Perdagangan mengatakan bahwa mereka selalu menjaga komunikasi dengan otoritas AS terkait urusan ekonomi dan perdagangan.
“China bersedia bekerja sama dengan AS untuk mendorong hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral ke arah yang stabil, sehat, dan berkelanjutan,” kata juru bicara kementerian, He Yadong, pada hari Kamis. Ia menambahkan bahwa itu dilakukan atas dasar “saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama yang saling menguntungkan.”
Baca Juga
Trump mengatakan pekan lalu bahwa ia berbicara melalui telepon dengan Presiden China Xi tentang TikTok dan perdagangan. Pihak China dalam keterangannya tidak menyebutkan aplikasi media sosial tersebut, tetapi menyatakan bahwa Xi menyerukan kerja sama dan menggambarkan hubungan ekonomi kedua negara sebagai hubungan yang saling menguntungkan.

