Presiden WEF: Trump 2.0 Tingkatkan Minat di Davos
DAVOS, investortrust.id – Presiden dan Chief Executive Officer, World Economic Forum, Børge Brende mengatakan, meski Donald Trump tidak akan menginjakkan kaki di Davos, Swiss minggu ini, tetapi presiden AS tersebut membawa minat baru pada pertemuan tahunan para pemimpin bisnis dan politik.
"Memang benar bahwa setiap orang di sini sangat tertarik untuk memahami lebih jauh tentang Trump 2.0," kata Presiden WEF Borge Brende kepada AFP dalam sebuah wawancara, Selasa (21/1/2025).
Baca Juga
Di WEF Davos, Anindya Bakrie Ungkap Peluang Indonesia Menjadi Pemain Penting Kendaraan Listrik
Trump memberikan pengaruh besar di resor Alpen Swiss, tempat para pemimpin perusahaan dan politik membahas kebijakan terkait konflik, perdagangan, pajak, imigrasi, hingga perubahan iklim. "Peserta akan berusaha menghubungkan titik-titik dan menguraikan niat Trump," kata Brende.
Perhelatan WEF harus bersaing mendapatkan perhatian karena bersamaan dengan pelantikan Trump di Washington AS, pada Senin (20/1/2025). Delegasi WEF akan mendengar langsung Trump melalui tautan video pada Kamis (23/1/2025). Sementara para CEO dapat mengajukan pertanyaan langsung.
"Saya pikir (pelantikan Trump) meningkatkan minat terhadap Davos karena orang-orang merasa perlu berkumpul untuk memahami yang akan terjadi," kata mantan menteri luar negeri Norwegia tersebut.
Anggota pemerintahan Trump diperkirakan akan menghadiri WEF akhir minggu ini, tetapi belum dikonfirmasi namanya. "Kami juga akan memiliki jejak Amerika yang jelas di Davos," kata Brende.
Baca Juga
Para pemimpin industri AS merupakan salah satu dari sekian banyak CEO yang berbondong-bondong datang ke Davos setiap tahun. WEF berharap suatu hari akan mendapat kunjungan dari orang terkaya di dunia, yakni pendiri Tesla Elon Musk, yang pernah mencemooh pertemuan itu sebagai hal membosankan. "Elon Musk sangat disambut tahun ini dan tahun depan. Mungkin tahun depan dia bisa datang bersama Trump," kata Brende.
Pendiri WEF mundur
Pertemuan tahun ini juga di persimpangan jalan bagi WEF karena pendirinya Klaus Schwab (86) kelahiran Jerman mengundurkan diri dari kepemimpinan eksekutif WEF. Sementara Brende mengambil alih fungsi eksekutif.
WEF pada tahun lalu berjuang melawan tuduhan tempat kerja beracun seperti dilaporkan The Wall Street Journal. WEF dituduh melakukan diskriminasi terhadap perempuan dan orang kulit hitam. "Kami menilai hal itu sama sekali tidak mencerminkan organisasi WEF," kata Brende.
Pendiri dan Ketua Dewan Dewan Pembina World Economic Forum Klaus Schwab dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Ding Xuexiang berjalan meninggalkan lokasi setelah Pidato Khusus oleh Ding Xuexiang pada Pertemuan Tahunan World Economic Forum di Davos-Klosters, Swiss, Senin, (21/1/2025). Foto: World Economic Forum/Thibaut Bouvier

