Setelah Dinasti Assad Jatuh, Biden Sebut Akan Dukung Suriah Bentuk Pemerintahan Independen
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden Joe Biden menyambut baik kejatuhan kediktatoran di Suriah dalam pidatonya pada hari Minggu (8/12/2024), tetapi memperingatkan risiko ketidakpastian selama transisi politik negara tersebut.
Baca Juga
Pemberontak Kuasai Damaskus, Runtuhkan Kekuasaan 50 Tahun Rezim Assad di Suriah
“Ini adalah momen bersejarah bagi rakyat Suriah yang telah lama menderita untuk membangun masa depan yang lebih baik,” katanya dari Ruang Roosevelt di Gedung Putih, seperti dikutip VOA. Namun, dia menambahkan bahwa ini juga adalah masa penuh risiko dan ketidakpastian.
Biden menegaskan bahwa AS akan bekerja sama dengan mitra dan pemangku kepentingan di Suriah untuk membantu mengelola transisi ini. Dia juga menjanjikan dukungan bagi negara-negara tetangga Suriah seperti Yordania, Irak, Lebanon, dan Israel, serta melanjutkan misi melawan ISIS untuk mencegah kelompok tersebut memanfaatkan kekosongan kekuasaan yang baru.
AS melakukan 12 serangan udara presisi di Suriah pada hari Minggu, menargetkan kamp dan operatif ISIS. Namun, Biden juga memperingatkan ancaman dari beberapa kelompok pemberontak yang turut menggulingkan rezim Assad, mengingat rekam jejak mereka terkait terorisme dan pelanggaran hak asasi manusia.
Dia menyatakan bahwa AS akan membantu semua kelompok di Suriah dalam membentuk pemerintahan yang independen dan berdaulat, serta menyediakan bantuan kemanusiaan setelah 13 tahun perang saudara.
Biden juga menyinggung komitmen pemerintahannya untuk membawa pulang Austin Tice, seorang jurnalis Amerika yang diculik di Damaskus pada 2012. AS meyakini Tice masih hidup.
Kejatuhan rezim Assad terjadi setelah pasukan pemberontak merebut ibu kota Damaskus pada hari Minggu. Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Assad telah mengundurkan diri dan meninggalkan negara tersebut, dengan rumor menyebutkan ia berada di Moskow.
Biden menekankan bahwa Assad harus dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya selama berkuasa. Rezim Assad, yang dimulai sejak 2000, memiliki sekutu utama seperti Rusia, Iran, dan Hizbullah. Biden menyatakan bahwa ketiga sekutu tersebut kini “jauh lebih lemah” dibandingkan saat ia pertama kali menjabat.

