Kepala Hubungan Media Hizbullah Tewas dalam Serangan Israel di Beirut
JAKARTA, investortrust.id - Kepala hubungan media Hizbullah Mohammed Afif tewas dalam serangan Israel di pusat Beirut. Hal ini telah dikonfirmasi oleh kelompok militan Lebanon.
Baca Juga
Bidik Partai Pro Hizbullah, Israel Luncurkan Serangan yang Jarang Terjadi di Pusat Beirut
Sebuah serangan menghantam markas besar partai politik Baath di lingkungan padat penduduk Ras al-Naba pada hari Minggu (17/11/2024), menurut Kantor Berita Nasional Lebanon.
Kementerian Kesehatan negara itu mengatakan empat orang tewas, namun tidak menyebutkan nama korbannya.
Afif, salah satu dari sedikit tokoh kelompok tersebut yang tersisa, terakhir terlihat pada hari Senin, ketika dia memberikan konferensi pers di pinggiran selatan Beirut, tempat kelompok tersebut bermarkas.
Dikutip dari BBC, Hizbullah mengonfirmasi kematian tersebut pada Minggu malam, beberapa jam setelah pertama kali dilaporkan.
Sebagian besar markas besar partai Baath Suriah cabang Lebanon hancur dalam serangan tersebut, ketika tim penyelamat dan pertahanan sipil bergegas membantu sejumlah orang yang terjebak di bawah reruntuhan.
Kementerian Kesehatan mengatakan 14 orang terluka dan empat orang tewas.
Tidak Takut
Gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah, dalam sebuah pernyataan secara resmi mengonfirmasi bahwa Mohammed Afif Al-Nabulsi, kepala hubungan medianya, tewas dalam serangan udara Israel di pusat kota Beirut.
Hizbullah mengungkapkan belasungkawa kepada Sekretaris Jenderal Naim Qassem, para pejuang perlawanan, dan keluarga Al-Nabulsi atas kesyahidannya.
Baca Juga
Misi Perdamaian PBB Desak Israel dan Hizbullah Hentikan Serangan
Mohammad Afif Al-Nabulsi, yang bertanggung jawab atas hubungan media Hizbullah, bersama sejumlah rekannya, telah menjadi syahid dalam pemboman militer Israel yang kejam, sebut pernyataan itu, dikutip dari Antara, Senin (18/11/2024).
Pernyataan itu menambahkan bahwa Afif adalah sosok yang setia, kuat, dan terpercaya serta salah satu pilar utama dalam kegiatan media, politik, dan perlawanan Hezbollah.
Gerakan tersebut mengatakan Afif dengan jelas menggambarkan ciri-ciri perang yang sedang berlangsung melalui penampilan langsungnya di pinggiran selatan Beirut yang menjadi titik fokus pemboman Israel di ibu kota Lebanon.
Hizbullah mengatakan posisi Afif yang menimbulkan rasa takut di hati musuh karena ia tidak pernah takut dengan ancaman untuk dibunuh dan merespons ancaman musuh dengan kalimat terkenal "Kami tidak takut pemboman, bagaimana kami bisa takut dengan ancaman."
Serangan Israel pada Minggu menargetkan sebuah bangunan di distrik Ras Al-Naba'a di Beirut.

