Kemlu Gelar Inasca Business Forum, Cari Peluang Kolaborasi Bisnis dengan Asia Selatan dan Tengah
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menggelar Indonesia South and Central Asia (Inasca) Business Forum yang mempertemukan pelaku bisnis dari Indonesia dengan pelaku bisnis di kawasan Asia Selatan dan Tengah.
Mengusung tema “Unlocking Potential and Fostering Economic Partnership,” Inasca Business Forum digelar untuk mempromosikan peluang bisnis dan pembukaan akses pasar ke Asia Selatan dan Tengah.
“Kita semua berkumpul untuk mengeksplorasi potensi yang begitu besar antara Indonesia dan kawasan Asia Selatan dan Tengah. Dengan jumlah penduduk lebih dari 2,1 miliar jiwa dan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 6% di Asia Selatan dan 5,4% di Asia Tengah,” ujar Direktur Jenderal Asia Afrika dan Pasifik (Dirjen Aspasaf) Kemlu Abdul Kadir Jailani saat membuka Inasca Business Forum di Four Seasons Jakarta, Jakarta Selatan pada Senin (7/10/2024).
Baca Juga
Konflik Memanas, Ini Imbauan Kemlu untuk WNI yang Berencana Pergi ke Timur Tengah
Selain para pelaku bisnis, Kadir menyebut Inasca Business Forum juga turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah dan akademisi negara-negara di kawasan Asia Selatan dan Tengah. Oleh karena itu, dirinya optimistis pertemuan tersebut tidak hanya menjadi platform interaksi strategis antarpelaku bisnis, tetapi juga antarpemerintah di kawasan Asia Selatan dan Tengah dengan Indonesia.
“Tujuan kami adalah mengubah dialog menjadi aksi nyata. Inasca Business Forum ini mencakup diskusi strategis, sesi pembuatan bisnis, dan pameran,” ujar Kadir.
Lebih lanjut, Kadir menjelaskan Inasca Business Forum meliputi empat diskusi panel dengan fokus pembahasan yang berbeda satu sama lain. Diskusi panel pertama berfokus pada pandangan strategis Asia Selatan dan Tengah serta peluang kerja sama yang mencakup tren makroekonomi dan potensi kemitraan.
Kemudian ada diskusi panel tematik pertama yang membahas ketahanan energi dan infrastruktur. Diskusi panel tersebut juga mengeksplorasi kolaborasi energi berkelanjutan antara Indonesia dengan negara-negara di kawasan Asia Selatan dan Asia Tengah.
Baca Juga
Kemlu: Sudah Ada 65 WNI yang Berhasil Dievakuasi dari Lebanon
Diskusi panel tematik kedua membahas ketahanan pangan dan kesehatan dengan fokus pada strategi inovatif untuk memastikan ketahanan pangan dan meningkatkan layanan. Diskusi panel tematik ketiga membahas pariwisata dan layanan, termasuk teknologi finansial (tekfin) serta konektivitas dan investasi dalam infrastruktur pariwisata.
“Setiap panel menampilkan pembicara terkemuka, yang menawarkan wawasan untuk mengatasi tantangan dan membuka peluang. Jangan lewatkan pameran pilihan kami, di mana Anda dapat berinteraksi dengan para peserta pameran dan menjajaki potensi kemitraan,” ujar Kadir.

