Wall Street Melemah, tapi Dow Jones Tembus Rekor Tertinggi Baru
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS ditutup bervariasi pada Jumat waktu AS atau Sabtu (21/9/2024). S&P 500 dan Nasdaq melemah, tapi Dow Jones Industrial Average ditutup pada rekor tertingginya.
Baca Juga
Wall Street Menyala, Dow dan S&P 500 Melesat ke Level Tertinggi Sepanjang Masa
Dow Jones, yang terdiri atas 30 saham unggulan, naik tipis 38,17 poin, atau 0,09%, ke level penutupan tertinggi baru di 42,063.36. S&P 500 mundur 0,19%, berakhir pada 5,702.55, dan Nasdaq Composite turun 0,36% berakhir pada 17,948.32. Pada hari Kamis, Dow mencapai rekor di atas 42.000, dan S&P 500 naik di atas 5.700 untuk pertama kalinya.
Tiga indeks utama mencatat kenaikan mingguan. S&P 500 naik 1,36%, membukukan minggu positif kelima selama enam minggu terakhir. Indeks ini naik lebih dari 19% pada tahun 2024. Dow mengakhiri minggu ini lebih tinggi sebesar 1,62%, sedangkan Nasdaq yang padat teknologi menguat 1,49%.
Pada Rabu sore, Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin (bps), penurunan pertama sejak tahun 2020. Dalam reaksi yang tertunda, pasar naik lebih tinggi pada hari Kamis karena investor memburu saham perusahaan teknologi seperti Nvidia dan saham-saham yang akan mendapatkan keuntungan dari suku bunga yang lebih rendah. seperti Home Depot.
Gubernur The Fed Christopher J. Waller saat mengikuti rapat dengan Federal Open Market Committee (FOMC) di gedung William McChesney Martin Jr., Washington, D.C., Januari lalu. Foto: Dok. Federal Reserve
Gubernur Fed Christopher Waller, dalam komentar pertama anggota The Fed sejak konferensi pers Ketua Jerome Powell, mengatakan bahwa inflasi turun lebih cepat dari perkiraannya, menyebabkan dia mendukung pemotongan suku bunga 50 bps.
“Investor memandang penurunan suku bunga secara agresif sebagai katalis positif,” kata kepala riset investasi Nationwide, Mark Hackett kepada CNBC, Jumat.
“The Fed mampu meyakinkan investor secara efektif bahwa pemotongan yang cukup besar merupakan langkah proaktif untuk mempertahankan momentum ekonomi, bukan langkah reaktif untuk menstabilkannya. Reaksi pasar yang kuat menunjukkan investor memiliki kepercayaan terhadap The Fed dan memiliki mentalitas ‘gelas setengah penuh’,” tambah Hackett.
Baca Juga
Powell Yakinkan Pasar dengan ‘Kalibrasi Ulang’ Kebijakan Moneter

