Harga Minyak Rebound, WTI Melonjak Lebih dari 3%
NEW YORK, investortrust.id – Harga minyak berbalik arah. Setelah sempat ditutup pada level terendah dalam hampir tiga tahun di sesi sebelumnya, harga minyak bergerak naik. Minyak mentah AS rebound lebih dari 3% pada hari Rabu (11/9/2024).
Baca Juga
Harga Minyak Jatuh ke Level Terendah Sejak Desember 2021, Ternyata Ini Pemicunya
Berikut harga energi pada hari Rabu:
• Kontrak West Texas Intermediate Oktober: $67,92 per barel, naik $2,17, atau 3,3%. Minyak mentah AS telah turun sekitar 5,3% ytd (year to date).
• Kontrak Brent November: $71,05 per barel, $1,86, atau 2,69%. Minyak acuan global telah menurun sekitar 7,9% ytd.
• Kontrak RBOB Gasoline bulan Oktober: $1,898 per galon, naik 1,5%. Bensin telah turun sekitar 9,9% ytd.
• Kontrak Gas Alam bulan Oktober: $2,284 per seribu kubik, naik 2,33%. Gas turun sekitar 9,6% ytd.
Aksi jual tajam pada hari Selasa terjadi setelah OPEC menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaannya untuk kedua kalinya dalam dua bulan, dan seiring melambatnya impor minyak mentah Tiongkok pada tahun 2024. Delapan anggota OPEC+ juga diperkirakan akan meningkatkan produksi pada bulan Desember.
“Trader mengantisipasi prospek permintaan yang memburuk di Tiongkok dan mereka juga mengantisipasi potensi pasokan yang lebih tinggi ke pasar daripada yang kami perkirakan sejauh ini,” jelas Claudio Galimberti, analis di Rystad Energy, kepada CNBC, Rabu.
Beberapa trader khawatir mengenai harga Brent yang menuju $60 per barel, namun tingkat penurunan ini tidak beralasan. Menurut Galimberti, fundamental penawaran dan permintaan mengarah pada penurunan stok. Harga hanya dapat naik jika ekonomi Tiongkok pulih dan OPEC+ mematuhi kuota produksinya sendiri.
“Kami masih relatif konstruktif. Kami tidak berpikir akan mendapatkan $60 per barel secara konsisten selama tiga bulan ke depan,” tutur Galimberti.
Baca Juga

