Wall Street Libur ‘Labor Day', Saham Berjangka Bergerak Tipis
NEW YORK, investortrust.id - Saham berjangka AS sedikit berubah pada Senin malam (2/9/2024). Para trader bersiap menghadapi bulan yang sulit setelah bulan Agustus yang kuat namun bergejolak. Wall Street tutup karena libur 'Labor Day.
Baca Juga
Wall Street Melesat, Dow Jones Naik Lebih dari 200 Poin dan Cetak Rekor Tertinggi Baru
Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average tergelincir 63 poin, atau 0,1%. Kontrak berjangka S&P 500 turun sedikit, dan kontrak berjangka Nasdaq-100 menambah sedikit keuntungan.
Pasar AS tutup karena libur Hari Buruh (Labor Day). Labor Day dirayakan setiap hari Senin minggu pertama September untuk memperingati gerakan buruh dan memberi penghargaan pada peranburuh.
Rata-rata indeks utama mengamankan kenaikan untuk bulan ini. S&P 500 naik 2,3% pada bulan Agustus, menandai kenaikan bulanan keempat berturut-turut. Dow dan Nasdaq masing-masing menguat 1,8% dan 0,7% selama periode tersebut.
Pergerakan tersebut terjadi setelah aksi jual tajam di awal bulan. Kekhawatiran terhadap jatuhnya perekonomian AS ke dalam resesi, bersamaan dengan pembatalan perdagangan dana lindung nilai yang populer yang melibatkan yen Jepang, menyebabkan saham-saham anjlok pada awal Agustus. S&P 500 pernah turun lebih dari 7% dalam sebulan sebelum pulih.
“Agustus dimulai dengan awal yang sangat sulit,” tulis ahli strategi makro Deutsche Bank, Henry Allen, seperti dikutip CNBC. “Tetapi setelah tanggal 5 Agustus, pasar mulai tenang kembali. Hal ini sebagian terbantu oleh data ekonomi AS yang lebih positif, yang membantu meredakan kekhawatiran mengenai resesi yang akan terjadi.”
Investor akan mendapatkan laporan ekonomi besar pertama mereka bulan ini pada hari Jumat, ketika pemerintah AS merilis laporan pekerjaan bulan Agustus. Wall Street juga harus menghadapi tantangan musiman, karena September merupakan bulan terburuk secara rata-rata bagi S&P 500 selama 10 tahun terakhir.
Baca Juga
Wall Street Rontok Tertekan Saham Teknologi, Nasdaq Anjlok Lebih dari 1%

