Misi Perdamaian PBB Desak Israel dan Hizbullah Hentikan Serangan
BEIRUT, investortrust.id - Konflik Israel dan Hizbullah terus memanas. Khawatir banyak
korban, Misi Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) dan Kantor
Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon
(UNSCO) meminta kedua belah pihak untuk berhenti saling serang.
Melalui pernyataan pada Minggu, UNIFIL dan UNSCOL menyatakan keprihatinan
mendalam atas perkembangan terkini di sepanjang Garis Biru atau perbatasan Lebanon-Israel.
Baca Juga
Misi dan kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa itu mendesak kedua pihak untuk menghentikan
pertempuran dan sama-sama menahan diri dari tindakan yang bisa meningkatkan
ketegangan.
"Kembali ke penghentian permusuhan, disusul dengan penerapan resolusi Dewan Keamanan
PBB 1701, adalah satu-satunya solusi berkelanjutan ke depan," demikian dinyatakan dua
badan PBB itu, yang beroperasi di Lebanon, dikutip dari Antara, Senin (26/8/2024).
Pada 11 Agustus 2006, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengesahkan Resolusi
1701, yang menyerukan penghentian menyeluruh permusuhan antara Lebanon dan Israel.
Resolusi itu juga menyerutkan pembentukan zona bebas personel bersenjata serta
persenjataan di antara Garis Biru dan Sungai Litani di Lebanon selatan, kecuali bagi Angkatan
Bersenjata Lebanon dan UNIFIL.
“Kami akan melanjutkan interaksi untuk secara tegas mendesakkan penurunan ketegangan,”
kata UNIFIL dan UNSCOL.
Pesawat tempur Israel melancarkan lebih dari 40 serangan udara di Lebanon selatan pada
Minggu dini hari. Itu gempuran paling parah sejak serangan lintas
perbatasan dengan Hizbullah dimulai pada 8 Oktober 2023.
Tentara Israel mengeklaim bahwa gempuran itu bertujuan untuk
mencegah Hizbullah melakukan serangan.
Baca Juga
Serangan Balasan, Puluhan Roket Diluncurkan dari Lebanon Selatan ke Israel Utara
Hizbullah mengatakan pihaknya telah meluncurkan ratusan rudal dan pesawat nirawak jauh
ke Israel, sebagai pembalasan pertama atas pembunuhan komandannya, Fouad Shukr, pada
Juli di Beirut.
Sejak 8 Oktober tahun lalu, Hizbullah terlibat dalam baku tembak dengan tentara Israel di
seberang perbatasan Lebanon-Israel. Baku tembak itu menjatuhkan ratusan korban, sebagian
besar di pihak Lebanon.
Eskalasi ini terjadi di tengah perang brutal yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza
hingga menewaskan lebih dari 40.300 warga Palestina sejak 7 Oktober 2023 setelah Hamas
melakukan serangan.
Operasi militer Israel telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza dan membuat
sebagian besar orang kehilangan tempat tinggal, mengalami kelaparan, dan rentan terhadap
penyakit.

