Boy Thohir Ingin Indonesia Dihormati Dunia karena Kemandirian Ekonomi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pengusaha papan atas yang kini lebih memosisikan sebagai filantropis, Garibaldi “Boy” Thohir, mampu mengangkat 11 perusahaan yang dikendalikan sebagai entitas bisnis yang disegani dan berkontribusi besar untuk negeri. Dia memiliki ambisi besar agar perusahaan Indonesia tidak hanya jago kandang, tetapi mampu bersaing di panggung dunia, dan ingin melihat perusahaan-perusahaan di Tanah Air menjadi representasi kekuatan ekonomi Indonesia di mata internasional.
"Saya ingin membuktikan bahwa anak bangsa bisa hebat. Kita punya sumber daya, kita punya pasar, kita punya orang-orang hebat. Cita-cita saya sederhana: melihat Indonesia dihormati dunia karena kekuatan ekonominya yang mandiri dan berkelanjutan," kata Boy Thohir dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu.
Boy Thohir adalah nasionalis tulen. Boy Thohir melalui Grup Adaro dan Saratoga yang berhasil dibangunnya menempatkan hampir seluruh basis perusahaannya di Indonesia karena keyakinan pada potensi penduduk, geografis, dan keragaman pasar. Boy mengajak semua pihak bekerja keras agar Indonesia bisa menjadi pemain global (global player) yang lebih tangguh.
Belakangan ini, Boy berkomitmen membantu pemerintah mewujudkan transisi ekonomi hijau melalui pengembangan energi terbarukan dan kawasan industri hijau. Boy optimistis bahwa masa depan Indonesia sangat cerah karena tren ekonomi hijau dan digitalisasi, termasuk keterlibatannya dalam ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.
Setelah berhasil membesarkan perusahaan-perusahaannya yang mayoritas bergerak di sektor pertambangan dan mineral, Boy Thohir kini aktif sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN). YABN adalah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi lokal, serta sosial-budaya.
Pada Juni 2025, YABN melakukan transformasi identitas dari Yayasan Adaro Bangun Negeri menjadi Yayasan Amanah Bangun Negeri, dengan mandat dan cakupan program yang lebih luas dan berkelanjutan. Untuk sektor pendidikan, YABN memiliki sejumlah program, mulai paket seragam sekolah hingga makan bergizi gratis untuk pendidikan anak usia dini (PAUD). YABN memiliki 320 PAUD binaan dengan jumlah siswa sekitar 11.000 orang. Selain itu, ada juga program pemberian beasiswa untuk jenjang S1 yang diberi nama Indonesia Bright Future Leaders. Untuk beasiswa ini, ada yang full scholarship dan tidak full.
Boy terinspirasi dari pengusaha dan filantropis asal Amerika Serikat (AS), Bill Gates. Di usianya yang baru saja melewati 60 tahun, Boy merasa ingin lebih banyak memberikan kontribusi terhadap bangsa dan membangun negeri, yakni melalui program-program kemanusiaan.
"Waktu itu saya berkesempatan ketemu dengan Bill Gates, dan saya melihat Bill Gates yang hebat. Beliau mendedikasikan penuh sisa-sisa hidupnya untuk kepentingan bangsa dan dunia," ujar Boy Thohir dalam acara YABN, Kamis (12/6/2025).
Harga Saham Melambung
Menyoroti tentang 11 perusahaan terbuka afilisasi Grup Saratoga–Garibaldi Thohir, performanya kian mengagumkan belakangan ini. Market cap 11 perusahaan terbuka tersebut menembus Rp 576 triliun. Lonjakan market capitalization (kapitalisasi pasar) dipicu oleh kenaikan fantastis harga saham sejumlah emiten, terutama yang berbasis emas dan nikel.
Berdasarkan data yang dihimpun Investortrust.id, secara rata-rata, ke-11 saham afilisasi Grup Saratoga–Garibaldi Thohir tersebut menorehkan gain sebesar 41,8% sejak awal tahun (year to date/ytd) dan 110,3% secara tahunan (year on year/yoy).
PT Merdeka Gold Resources Tbk (kode saham EMAS) menjadi mesin utama penggerak dengan market cap Rp 134,7 triliun per 24 Februari 2025. Saham emiten pertambangan dan pengolahan emas ini mencatat kenaikan harga (gain) 48% sejak awal tahun (ytd). Bahkan, dalam setahun terakhir (yoy), harga EMAS melesat hingga 189,1%.
Market cap terbesar kedua ditempati PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 95 triliun. Saham emiten di bidang pertambangan dan pengolahan nikel ini meraih gain sebesar 54,4% sejak awal Januari 2026 (ytd). Adapun dalam satu tahun, para pemegang saham MBMA menikmati gain sebesar 136,6%.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berada di peringkat ketiga dengan market cap Rp 92,8 triliun. Secara ytd, kenaikan gain MDKA tertinggi dibanding 10 emiten Boy Thohir lainnya, menembus 66,2%. Sedangkan dalam satu tahun terakhir, harga saham yang bergerak di bidang pertambangan emas, perak, nikel, dan tembaga ini melejit hingga 121%.
Selanjutnya PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mencatatkan market cap sebesar Rp 82,6 triliun. Emiten dengan basis usaha pertambangan dan pengolahan batu bara ini mencatat kenaikan harga 29,5% (ytd) dan melambung hingga 147,9% dalam setahun terakhir (yoy).
Peringkat kelima market cap diraih PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Emiten pertambangan batu bara ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 67,3 triliun. Harga saham AADI naik 28,3% sejak awal tahun (ytd) dan 17,8% selama satu tahun terakhir.
Kemudian PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) meraih market cap sebesar Rp 67,3 triliun. Saham perusahaan pertambangan dan pengolahan batubara serta energi baru terbarukan (EBT) ini meraih gain 26,6% dalam dua bulan ini (ytd), namun secara tahunan hanya meningkat 4,6%.
Selain itu, lima perusahaan di bawah kendali Boy Thohir memiliki market cap relatif kecil. Mereka adalah PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), dan PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM). BFIN yang bergerak di bisnis leasing mencatat market cap Rp 11,5 triliun, ESSA yang menekuni usaha pemurnian dan pengolahan gas bumi terutama LPG dan kondensat sebesar Rp 10,9 triliun, serta PALM selaku konsultan investasi memiliki market cap Rp 6,2 triliun. Secara ytd, harga saham BFIN naik 9,3%, ESSA 4,1%, dan PALM meraih gain 3,7%.
Kemudian PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) memiliki market cap Rp 4,2 triliun, namun mencatat kenaikan gain mencengangkan sebesar 70% secara ytd. Tapi, TRIM justru minus 10,5% sejak awal tahun (ytd). Emiten ke-11 adalah PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF), perusahaan leasing dengan kapitalisasi Rp 1,1 triliun. WOMF mengalami koreksi harga baik secara ytd maupun yoy.
Tiga Kali Lipat
Khusus saham EMAS, pada pukul 11.33 WIB, Senin (23/02/2026), harganya berada di level Rp 8.700. Jika dihitung sejak IPO saham lima bulan, 23 September 2025, harga saham EMAS melesat lebih dari 3 kali atau 202%. Investor yang berinvestasi Rp 1 miliar kini nilai sahamnya sudah menggelembung menjadi Rp 3,02 miliar atau mengantungi capital gain Rp 2,02 miliar!
Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Ahmad Faris Mu’tashim mengatakan secara teknikal rasio Fibonacci EMAS di level 1.272 mengindikasikan resistance berikutnya berada di Rp 9.375.Menurut Faris, berlanjutnya penguatan saham EMAS didukung sentimen makro, terutama kenaikan harga emas dunia.
Proyek tambang emas Pani Gold yang dikelola dinilai menjadi pendorong operasional EMAS dengan keunggulan sebagai tambang terbuka (open-pit) berbiaya rendah. “Estimasi cash cost berada di kisaran USD 800/oz dengan All-In Sustaining Costs (AISC) sekitar USD 990/oz. Angka ini sangat kompetitif di industri pertambangan emas,” tutur Faris.
Harga emas dunia melonjak lebih 2% pada perdagangan Senin (23/2/2026) dan menyentuh level tertinggi dalam tiga minggu terakhir, didorong lonjakan permintaan aset aman di tengah ketidakpastian kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah putusan Mahkamah Agung (MA) yang menentang pungutan sebelumnya, sehingga memicu kekhawatiran baru di pasar global.
Harga emas spot naik 2% menjadi US$ 5.206,39 per ons atau sekitar Rp 81,22 juta per ons (kurs Rp 15.600 per dolar AS), setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 30 Januari pada awal sesi. Sebelumnya, logam mulia ini mencetak rekor US$ 5.594,82 per ons pada 29 Januari.
Kontrak emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman April ditutup menguat 2,8% di level US$ 5.225,60 per ons. Kenaikan tersebut terjadi ketika pelaku pasar kembali mencari perlindungan di tengah dinamika ekonomi dan politik global yang belum stabil.
Kepala Riset Komoditas Geojit Investments Limited, Hareesh V mengatakan, ketegangan geopolitik yang berlanjut akan menjaga minat investor terhadap aset lindung nilai tetap tinggi. “Investor biasanya beralih ke emas dan perak selama konflik geopolitik karena logam-logam ini mempertahankan nilainya, mengurangi paparan terhadap volatilitas pasar, dan berfungsi sebagai lindung nilai yang dapat diandalkan ketika mata uang dan pasar keuangan menghadapi ketidakpastian,” kata Hareesh, Senin (23/2/2026).
Tonggak Penting
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), resmi mencatatkan tonggak penting dengan melakukan first gold pour atau penuangan emas perdana di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, pada 14 Februari 2026. Pencapaian ini menandai dimulainya produksi emas komersial dan terealisasi lebih cepat dari target awal yang diproyeksikan pada akhir kuartal I-2026. Prestasi ini memicu sentimen positif terhadap saham ini.
First gold pour tersebut menghasilkan doré bullion melalui proses pelindian heap leach yang dilanjutkan dengan pemulihan emas menggunakan fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR). Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menyatakan pencapaian ini merupakan langkah strategis yang menandai keberhasilan perseroan bertransisi dari tahap pengembangan proyek menuju operasi komersial. “Beroperasinya Tambang Emas Pani menjadi fondasi bagi peningkatan kapasitas produksi ke tahap berikutnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (18/2).
Strategi berikutnya, EMAS dikabarkan bakal menggelar penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Hong Kong. Berdasarkan laporan Bloomberg dan IFR, perseroan disebut telah menunjuk sejumlah bank investasi global seperti CITIC Securities Co., Morgan Stanley, dan UBS Group AG untuk menangani rencana tersebut. Isu ini memicu kenaikan harga saham EMAS hingga sekitar 36,86% dalam sebulan terakhir.
Harga saham emiten tambang emas umumnya bergerak searah dengan harga emas dunia. Ketika harga emas menanjak, pendapatan dan margin produsen emas meningkat karena setiap ounce yang dijual menghasilkan nilai lebih tinggi sementara biaya produksi relatif tetap. Kenaikan proyeksi laba tersebut langsung tercermin dalam valuasi saham, mengingat pasar bersifat forward looking dan merespons ekspektasi kinerja ke depan.
Efeknya bahkan bisa lebih besar karena adanya operating leverage. Dalam industri tambang, struktur biaya tetap yang tinggi membuat lonjakan harga emas berdampak signifikan terhadap laba bersih. Kenaikan harga emas 10% bisa mendorong pertumbuhan laba jauh di atas angka tersebut. Inilah sebabnya saham tambang emas seperti PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) atau PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kerap bergerak lebih agresif dibanding harga emas itu sendiri.
Namun, pergerakan saham emas tidak semata ditentukan oleh harga komoditas. Faktor internal seperti peningkatan produksi, efisiensi biaya, ekspansi proyek, hingga aksi korporasi juga memengaruhi sentimen pasar. Dengan demikian, meskipun reli harga emas menjadi katalis utama, kinerja operasional dan strategi bisnis perusahaan tetap menjadi penentu arah saham dalam jangka menengah dan panjang.

