Idealisme BRI Dorong UMKM Berdaya di Panggung Internasional
JAKARTA, investortrust.id – DNA PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) adalah memberdayakan, membantu, mendorong, dan membiayai sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan fokus di UMKM, BRI telah berperan aktif menciptakan ekonomi yang inklusif, memberdayakan masyarakat di tingkat akar rumput (grass root), dan mengakselerasi pengentasan kemiskinan.
Setidaknya, inisiatif BRI tersebut sejalan dengan program Asta Cita yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto. Terutama dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, serta membangun dari desa dan dari bawah demi memeratakan kue ekonomi dan memberantas kemiskinan.
Salah satu wujud konkret upaya tersebut adalah menggelar event kolosal BRI UMKM EXPO(RT) 2025 secara bersamaan dengan BRI Microfinance Outlook 2025 di ICE BSD City, Tangerang. Dibuka secara resmi pada Kamis (30/1/2025), acara yang diikuti oleh 1.000 UMKM terpilih ini berlangsung hingga Minggu, 2 Februari 2025.
Acara besar-besaran ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Muhaimin Iskandar, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, serta para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih lainnya. Hadir pula Ketua MPR RI Ahmad Muzani serta dua Wakil Ketua DPR RI, yakni Saan Mustofa dan Cucun Ahmad Syamsurijal.
Kehadiran para menteri dan petinggi tersebut menunjukkan komitmen tinggi mereka terhadap UMKM. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan ini menegaskan tekad bersama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya saing UMKM Indonesia di kancah global.
Dalam sambutannya, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa tahun ini, BRI menyelenggarakan BRI UMKM EXPO(RT) 2025 secara bersamaan dengan BRI Microfinance Outlook 2025. “Sebelumnya, kedua event ini diselenggarakan terpisah. Kami berharap gabungan dua event ini dapat mendukung Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan”, ungkap Sunarso.
Sunarso menegaskan, UMKM merupakan sektor penyumbang lebih dari 60% PDB Indonesia dan menyerap 97% tenaga kerja. Namun, kontribusi mereka dalam perdagangan global relatif kecil sehingga perlu terus ditingkatkan. “Oleh karena itu, BRI hadir untuk memberikan pendampingan, pembiayaan, dan akses pasar yang lebih luas agar UMKM Indonesia tidak hanya menjadi pemain lokal, tetapi juga berdaya di panggung internasional,” ungkapnya.
Perluas Pasar ke LN
Dengan mengusung tema “Broadening MSME's Global Outreach”, BRI UMKM EXPO(RT) 2025 bertujuan memperluas jangkauan pasar UMKM Indonesia dan membangun daya saing pengusaha lokal di kancah dunia. Seiring dengan semangat perseroan tersebut, para pelaku UMKM juga menunjukkan komitmen dan antusiasme yang besar untuk berkembang lebih jauh.
Sebagai bukti, dari tahun ke tahun, event ini semakin berkembang, baik dari nominal transaksi, jumlah negara yang melakukan transaksi, maupun pesertanya. Tahun ini, sebanyak 1.000 UMKM terbaik berhasil lolos seleksi ketat, meningkat dibandingkan gelaran sebelumnya yang hanya melibatkan 700 UMKM Bazaar.
Setelah melalui proses seleksi yang ketat selama satu bulan (4 November – 7 Desember 2024), pada akhirnya sebanyak 1.000 UMKM unggulan berhasil terpilih dan akan dipamerkan dalam lima kategori utama, yaitu Home Decor & Craft (153 UMKM), Food & Beverage (358 UMKM), Accessories & Beauty (181 UMKM), Fashion & Wastra (273 UMKM), dan Healthcare & Wellness (35 UMKM).
Perkembangan dan peningkatan jumlah peserta UMKM tersebut cukup baik, bahkan sangat signifkan jika menilik data sejak 2019. Pada penyelenggaraan pertama, hanya terdapat 155 UMKM yang mengikuti Showcase dan Bazaar. Jumlah ini meningkat pada 2020 dengan 423 UMKM Showcase dan 150 UMKM Bazaar.
Capaian positif berlanjut pada 2021, di mana 500 UMKM berpartisipasi dalam pameran Bazaar Online. Pada 2022, tercatat 502 UMKM mengikuti Showcase Bazaar Online dan 251 UMKM turut serta dalam Bazaar Offline. Kemudian, pada 2023 jumlah peserta kembali bertambah dengan 500 UMKM Showcase dan 700 UMKM Bazaar.
Dengan melihat pertambahan dari sisi peserta UMKM, kata Sunarso, BRI pun menargetkan volume penjualan tahun ini mencapai Rp 27,1 miliar dengan jumlah pengunjung expo tembus 50.000, naik dari 26.315 pengunjung di expo 2023.
Optimisme BRI terhadap potensi bisnis UMKM Indonesia pun mendorong harapan bahwa gelaran ini dapat membuahkan kesepakatan bisnis (business matching) senilai US$ 89 juta sepanjang 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya di tahun 2023 yang tercatat sebesar US$ 81,3 juta.
Pada tahun ini, jumlah buyers dan negara yang berpartisipasi dalam business matching pun ditargetkan meningkat menjadi 94 buyers dari 33 negara, lebih tinggi dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang mencatatkan 86 buyers dari 30 negara. “Hal ini pun makin menguatkan komitmen BRI dalam memberdayakan UMKM dan memperluas akses usaha lokal ke pasar internasional,“ tutur Sunarso.
Jika kita tengok historisnya, pada penyelenggaraan pertama di 2019, nilai kesepakatan business matching tercatat sebesar US$ 33,5 juta dengan 16 buyers dari 7 negara. Nilai ini melonjak pada 2020 menjadi US$ 57,5 juta, yang melibatkan 26 buyers dari 11 negara.
Pada 2021, kesepakatan kembali meningkat menjadi US$ 72,1 juta, dengan melibatkan 32 buyers dari 14 negara dalam 207 sesi bisnis. Momentum positif tersebut terus berlanjut pada 2022, di mana business matching berhasil mencatatkan nilai US$ 76,7 juta, melibatkan 43 buyers dari 20 negara, hingga mencapai US$ 81,3 juta pada 2023 dengan 86 buyers dari 30 negara.
Selain itu, sebagai langkah konkret dalam mendukung perkembangan UMKM, adalah adanya kolaborasi antara BRI dan Kementerian Perdagangan. Formatnya, mulai tahun 2025, akan diadakan business matching terjadwal sebanyak dua kali dalam sebulan secara rutin. “Hal ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah UMKM binaan BRI yang mendapatkan perluasan pasar ekspor,” tutur Sunarso.
Lima Aksi Nyata
Upaya habis-habisan BRI dalam mendorong dan membantu sektor UMKM tak perlu diragukan sedikit pun. Sejauh ini, kata Sunarso, BRI telah menancapkan strategi dan menggoreskan aksi nyata dalam mendorong peningkatan kualitas dan daya saing UMKM nasional. Beberapa aksi nyata itu telah menorehkan hasil signifikan.
Pertama, BRI menjadi penyalur kredit UMKM terbesar dengan porsi 81,21%. BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui akses pembiayaan untuk UMKM di seluruh Indonesia. Hingga akhir kuartal-III 2024, BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp 1.353,36 triliun atau tumbuh 8,21% secara year on year (yoy). Dari total nilai penyaluran kredit tersebut, sebesar 81,70% di antaranya atau sekitar Rp 1.106 triliun merupakan kredit untuk segmen UMKM.
Kedua, BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 184,98 Triliun kepada lebih dari 4 juta pelaku UMKM, yang telah terbukti memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. KUR itu fokus pada sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan perdagangan. „Program ini menjadi salah satu wujud nyata peran BRI dalam peningkatan lapangan kerja yang berkualitas serta mendorong kewirausahaan,“ tutur Sunarso.
Ketiga, BRI memperluas akses keuangan ekonomi akar rumput (grass root), lewat Holding Ultra Mikro (UMi) BRI Group. Tiga tahun setelah terbentuk pada 2021, Holding UMi yang terdiri atas BRI, PNM dan Pegadaian berhasil melayani 36,1 juta debitur ultra mikro dengan total penyaluran kredit lebih dari Rp 627,6 triliun pada akhir September 2024. Holding UMi juga memperluas layanan melalui 1.025 Unit Senyum di seluruh Indonesia, memberikan akses kepada lebih dari 180 juta masyarakat ke tabungan mikro.
Keempat, tak hanya pembiayaan semata, BRI juga memiliki berbagai program pemberdayaan UMKM, di antaranya pemberdayaan melalui program Klasterku Hidupku dan Desa BRILian. Pemberdayaan Klaster Usaha sendiri merupakan pemberdayaan kepada kelompok usaha yang terbentuk berdasarkan kesamaan usaha, dalam satu wilayah sehingga tercipta keakraban dan kebersamaan dalam peningkatan maupun pengembangan usaha para anggotanya. “Hingga akhir September 2024 tercatat BRI telah memiliki 33.804 klaster usaha yang tergabung dalam program Klasterku Hidupku,“ kata Sunarso.
Kelima, BRI menorong ekosistem ekonomi desa, memberdayakan 3.957 desa BRILian. Desa BRILian merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa yang diinisiasi BRI sebagai bentuk agent of development dalam mengembangkan desa. Hingga akhir September 2024, terdapat 3.957 desa yang telah mendapatkan pemberdayaan desa BRILian.
Mendapat Apresiasi Tinggi
Inisiatif BRI menggelar event akbar UMKM EXPO(RT) dan Microfinance Outlook mendapat apresiasi berbagai pihak. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasinya bahwa acara BRI UMKM EXPO(RT) 2025 merupakan bukti nyata BRI dalam memberdayakan pelaku usaha UMKM, yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia.
“Sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045, BRI telah berkontribusi aktif dalam pengembangan UMKM sebagai penggerak utama perekonomian nasional. Dengan mendukung pertumbuhan UMKM, BRI berperan aktif menciptakan ekonomi yang inklusif, memberdayakan masyarakat dari tingkat akar rumput, dan mempercepat pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menko Airlangga juga mengapresiasi BRI yang sudah menjalankan aturan penghapusan piutang macet UMKM. “Keberpihakan kepada UMKM sudah dilakukan melalui hapus utang dan hapus tagih. BRI mencetak sejarah dengan menghapus utang dan tagihan ke 71 ribu nasabah. Ini menjadi capaian dan komitmen pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.
Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman pun angkat topi kepada BRI yang dipandang sebagai salah satu Bank Himbara yang fokus dan konsisten melakukan pelayanan terhadap seluruh penggiat UMKM di Indonesia.
"Artinya fokus BRI adalah memberikan pelayanan dalam rangka pemberdayaan, peningkatan kualitas diseluruh UMKM di Indonesia. Dan salah satunya event ini adalah untuk memberikan dan menunjukkan sebagai showcase bahwa BRI masih konsisten dalam UMKM," ujar Maman.
Sedangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati lebih menyoroti peran Desa BRILian yang cukup sukses berperan menaikkan literasi dan inklusi keuangan, di samping menjadi wadah yang efektif untuk pengembangan UMKM.
Karena itulah, Menkeu minta jumlah Desa BRIlian yang dikembangkan BRI dapat naik berlipat-lipat di tahun mendatang. “Tadi masih sekitar 4.300 Desa BRILian, saya harap tahun depan sudah bisa naik tiga kali lipat sehingga menjadi at least sepertiga atau seperempat dari total desa di Indonesia,” kata Sri Mulyani.
Permintaan Menkeu itu beralasan, karena pemerintah telah menggelontorkan Rp 70 triliun lebih untuk dana desa bagi 75 ribu desa. Jumlah ini bakal terus ditingkatkan di masa mendatang. „Kebijakan ini sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian desa,“ tegasnya.
Atas dasar itulah, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengapresiasi langkah BRI yang fokus pada pemberdayaan UMKM di pedesaan. Selain Desa BRILian, BRI melalui BRILink diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat. “Sehingga, sinergi dana desa serta BRI bisa berjalan kuat pada level yang betul-betul di akar rumput,” ucap dia.
Menkeu menegaskan, pemberdayaan UMKM sangat penting untuk ikut berperan dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Untuk menggapai target itu, kata Sri Mulyani, dibutuhkan kebijakan struktural dan transformasi ekonomi.
“Saya sangat menghargai upaya BRI untuk ikut mendukung transformasi ekonomi dan menciptakan pemberdayaan terutama kepada UMKM sehingga perekonomian tidak hanya tinggi namun inklusif dan berkualitas,” kata dia.
Saat ini setidaknya terdapat 20 ribu desa dengan kategori mandiri. Sunarso menjelaskan, program Desa BRILian menjadi motor bank pelat merah itu untuk mendampingi dan membina desa yang potensial dan produktif. Dari pendampingan yang dihasilkan terdapat 4.327 Desa BRILian di Indonesia.
Kontribusi ke Negara
BRI tidak hanya memiliki idealisme mengangkat perekonomian akar rumput dan sektor UMKM. Dengan tata kelola profesional dan manajemen yang solid, BRI menjadi bank BUMN yang berkinerja cemerlang. BRI mampu memadukan misi sebagai agen pembangunan sekaligus sebagai korporasi yang menyumbang penerimaan signifikan kepada negara.
Buktinya, dalam tiga tahun terakhir, BRI mampu memberikan setoran dividen dan pajak yang fantastis. Menurut Sunarso, setoran dividen dan pajak BRI dalam kurun waktu tersebut sudah menembus angka Rp 98,4 triliun.
“Termasuk di tanggal 16 Januari kemarin kita sudah nyicil bayar dividen interim dari porsi negara Rp 10,8 triliun. Ini baru uang muka, nanti masih ada pelunasan," ujar Sunarso.
BRI telah membagikan dividen interim Rp 20,33 triliun dan negara menerima Rp 10,88 triliun. Sementara pemegang saham publik mendapatkan Rp 9,45 triliun.
Demikianlah BRI berkiprah dalam usia 129 tahun yang brilian dan cemerlang“, terutama dalam memberdayakan dan mendorong UMKM untuk maju dan berdaya saing tinggi. Event yang memasuki tahun ke-6 ini juga diharapkan menjadi momentum strategis BRI untuk terus mendukung UMKM naik kelas, terutama melalui peningkatan kapabilitas agar mampu berkompetisi di pasar internasional.***

