Totalitas Jokowi Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran Tepis Isu Keretakan
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan dukungannya kepada pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang akan dilantik pada 20 Oktober 2024 mendatang. Dukungan Jokowi itu menepis isu keretakan hubungannya dengan Prabowo.
Hal itu salah satunya terlihat dari langkah Jokowi yang selalu melibatkan Prabowo dalam agenda kenegaraan. Bahkan, Jokowi mengenalkan Prabowo kepada para pemimpin negara yang mengunjungi Indonesia.
Teranyar, Jokowi mengenalkan Prabowo kepada Kepala Negara Vatikan yang juga pemimpim umat Katolik dunia, Paus Fransiskus saat kunjungan kenegaraan ke Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/9/2024). Paus Fransiskus memuji langkah Jokwoi yang mengenalkan Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih. Paus menilai langkah Jokowi mengenalkan Prabowo yang akan menggantikannya merupakan tradisi bagus.
"Presiden ke mana-mana selalu mengenalkan presiden terpilih dan tadi secara khusus Paus mengatakan ini adalah tradisi yang bagus, ada seorang presiden yang akan mengakhiri jabatannya memperkenalkan presiden yang akan datang," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/9/2024).
Baca Juga
Paus Fransiskus Puji Jokowi Kenalkan Prabowo sebagai Presiden Terpilih
Menlu Retno mengatakan dalam setiap kesempatan dan acara, Jokowi selalu mengenalkan Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih. Paus pun memberikan pandangannya secara khusus terhadap sikap Jokowi yang mengenalkan Prabowo sebelum mengakhiri jabatannya di sela-sela pertemuan bilateral.
"Dalam pertemuan bilateral tadi Paus juga menyampaikan hal tersebut," kata Retno.
Sebelumnya, saat gala dinner atau jamuan santap malam Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak (HLF MSP) dan Forum Indonesia-Afrika (IAF) Ke-2 di Badung, Bali, Minggu (1/9/2024) malam, Jokowi mengenalkan Prabowo Subianto kepada para pemimpin dan delegasi negara-negara Afrika.
Jokowi memperkenalkan Prabowo sebagai presiden terpilih yang akan meneruskan estafet kepemimpinan Indonesia. Demikian juga saat Jokowi membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali Internasional Convention Center (BICC), Bali, Senin (20/5/2024). Dalam pidatonya, Jokowi memperkenalkan Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih kepada para pemimpin negara dan delegasi yang hadir dalam pembukaan KTT World Water Forum ke-10.
"Pada kesempatan yang baik ini izinkan saya memperkenalkan presiden terpilih Indonesia Bapak Prabowo Subianto," kata Jokowi.
Pada HUT Ke-79 RI, Jokowi memimpin upacara peringatan detik-detik proklamasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan didampingi oleh Prabowo. Hal yang sama terjadi saat Jokowi memimpin sidang kabinet paripurna perdana di IKN pada Senin (12/8/2024).
Saling Puji Jokowi dan Prabowo
Jokowi dan Prabowo saling melempar pujian saat Apel Kader dan Rapimnas Partai Gerindra di Indonesia Arena, Sabtu (31/8/2024). Prabowo memuji leadership dan kepemimpinan Jokowi. Hal itu salah satunya karena mengajak Prabowo masuk dalam pemerintahan. Padahal, Jokowi dan Prabowo menjadi rival dalam dua perhelatan pilpres, yakni 2014 dan 2019.
"Pak, waktu saya kalah, saya ingat, Bapak ke rumah saya. Di mana di negara lain, yang kalah yang harus mengucapkan selamat. Ini yang menang datang ke rumah saya begitu. Makanya kalau ilmu kepemimpinan belajar dari orang Solo. Datang ke rumah, habis itu bawa undangan. Mohon hadir pelantikan. Aduh, gimana ini? Makanya kalau urusan tentara, pertahanan tanya Prabowo, kalau urusan politik, aku datang ke orang Solo ini," ungkap Prabowo yang juga ketua umum Partai Gerindra.
Baca Juga
Jokowi Akan Berkantor di IKN Mulai Pekan Depan hingga Jelang Pelantikan Prabowo
Prabowo mengaku bukan orang yang suka menjilat atau ngolor. Dikatakan, Jokowi merupakan pemimpin yang hatinya cinta Indonesia dan berjuang demi bangsa.
"Saya yakin di dalam hati beliau merah putih, beliau Pancasila, beliau cinta Indonesia, beliau berjuang," tegasnya.
Untuk itu, Prabowo menyatakan, seluruh kader Gerindra berterima kasih atas pengabdian Jokowi selama 10 tahun memimpin Indonesia. Gerindra, kata Prabowo, akan selalu berada di belakang Jokowi.
"Terima kasih pengabdian Bapak sekian tahun. Jangan ragu-ragu, Pak, kalau Pak Jokowi dicubit yang rasakan seluruh Partai Gerakan Indonesia. Kita adalah petarung, kita adalah pendekar, kita ingin baik, tetapi jangan salah hitung. Gerindra akan membela kebenaran, membela keadilan, membela kejujuran. Terima kasih Pak Jokowi. Kami di belakang Bapak," tegasnya.
Di sisi lain, Jokowi juga memuji Prabowo. Mantan Gubernur DKI itu menilai Prabowo sebagai sosok yang spesial.
"Saya hanya ingin menyampaikan, buat saya Prabowo Subianto itu sangat spesial," kata Jokowi.
Jokowi mengaku sangat menghormati Prabowo Subianto demikian sebaliknya. Jokowi menyebut dalam beberapa kali kesempatan merasa cocok dengan sosok Prabowo.
Prabowo menegaskan hubungannya dengan Jokowi baik-baik saja. Baginya pertarungan dalam kontestasi Pilpres 2024 lalu telah usai. Prabowo mengajak seluruh elite politik untuk menghadirkan kegembiraan di tengah-tengah masyarakat. Prabowo menekankan tidak akan terpancing dengan adu domba yang dilakukan pihak tertentu.
"Kalau ada yang tidak mau move on ya biarlah, tidak apa-apa. Kita tidak mau terpancing, kita juga bukan anak kecil," tegasnya.
Baca Juga
Sejak Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Prabowo-Gibran sebagai pemenang Pilpres 2024 pada 24 April 2024, Jokowi memang sudah menyatakan dukungannya kepada Prabowo yang akan meneruskan estafet kepemimpinan nasional. Saat itu, Jokowi meminta Prabowo-Gibran mempersiapkan program-program yang akan dijalankan agar bisa langsung bekerja setelah dilantik.
"Presiden dan wakil presiden terpilih harus mempersiapkan diri dengan perencanaan-perencanaan yang sudah dikampanyekan untuk masuk nanti setelah pelantikan langsung kerja," kata Jokowi seusai membuka Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2024 di ICE BSD Tangerang Selatan, Banten, Rabu (24/4/2024).
Jokowi menyatakan, pemerintah akan menyiapkan agar transisi pemerintahan berjalan mulus dan baik. Dengan demikian, Prabowo-Gibran bisa segera bekerja. Transisi pemerintahan itu akan disiapkan apabila diminta oleh calon presiden dan wakil presiden terpilih.
"Kita (pemerintah) itu menyiapkan agar transisinya itu bisa berjalan mulus dan baik sehingga (calon) presiden dan wakil presiden terpilih bisa langsung bekerja setelah dilantik, kalau itu juga diminta dari (calon) presiden dan wapres terpilih," katanya.
Jokowi menunjukkan komitmennya itu dengan meminta jajaran kementerian membuka akses kepada tim gugus tugas sinkronisasi yang dibentuk Prabowo pada akhir Mei lalu.
Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo Gibran dipimpin Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Kemudian, Wakil Ketua Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Ahmad Muzani, bidang keuangan Thomas Djiwandono, dengan anggota Budi Djiwandono, Sugiono, dan Prasetyo Hadi.
Tim Gugus Tugas Sinkronisasi berkoordinasi dan berkomunikasi dengan kementerian. Salah satunya dengan menemui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (31/5/2024). Ahmad Muzani mengatakan tim ini merupakan permintaan dari presiden terpilih Prabowo Subianto untuk menyinkronkan program yang dimiliki dengan kementerian terkait.
“Untuk mempersiapkan proses pemerintahan Prabowo-Gibran setelah beliau dilantik 20 Oktober,” kata Muzani, Jumat (31/5/2024).
Muzani mengatakan proses sinkronisasi dilakukan karena pemerintahan mendatang ingin cepat menjalankan program yang telah menjadi janji kampanye. Muzani bersyukur mendapatkan akses informasi dari Kementerian Keuangan yang menjadi bekal kebijakan pemerintahan baru.
“Kami akan koordinasikan dan sinkronisasikan terus dengan Kementerian Keuangan dan menteri-menteri terkait untuk pelaksanaan program-program itu,” kata dia.
Baca Juga
Sri Mulyani mengapresiasi kehadiran Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran ini. Kemenkeu, katanya, akan terbuka untuk sinkronisasi dan sinergi. Hal ini mengingat Kemenkeu bertugas menyiapkan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2025 yang menjadi instrumen penting bagi pemerintahan mendatang.
“Jadi dalam proses penyusunan RAPBN 2025 tentu perlu koordinasi, sinkronisasi, agar dalam APBN 2025 bisa menampung berbagai program-program baru namun tetap menjaga prinsip-prinsip kehati-hatian, confidence berbagai stakeholder,” kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani mengatakan pertemuan ini telah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia mengatakan akan melaporkan perkembangan pertemuan yang terjadi.
“Sudah diketahui Pak Jokowi akan ada pertemuan dan beliau minta diintensifkan dan dikoordinasikan dan makanya ada arahan dari Pak Presiden dan Pak Prabowo komunikasi terus. Kami di Kemenkeu siap terus menjaga APBN dan menjalankan program secara berkelanjutan,” ucap dia.
Sejumlah program prioritas Prabowo-Gibran pun masuk dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2025. Salah satunya program makan bergizi gratis.
Dalam pidato terkait RUU APBN 2025 dan Nota Keuangan dan Sidang Paripurna I DPR Masa Persidangan 2024-2025 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2024), Jokowi mengatakan, strategi kebijakan jangka pendek akan difokuskan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, menguatkan kesejahteraan dan pemerataan antar-daerah.
Pertama, makan bergizi gratis (MBG) diarahkan untuk meningkatkan gizi anak sekaligus memberdayakan UMKM, dan meningkatkan ekonomi masyarakat kecil di daerah.
"Program makan bergizi gratis dilakukan secara bertahap, diselaraskan dengan kesiapan teknis dan kelembagaan, serta tata kelola yang akuntabel," katanya.
Program makan bergizi gratis juga masuk dalam strategi jangka menengah untu mewujudkan SDM unggul yang produktif, inovatif, dan berdaya saing.
Dikatakan, Jokowi, anggaran pendidikan pada RAPBN 2025 dialokasikan sebesar Rp 722,6 triliun. Jumlah itu dialokasikan untuk peningkatan gizi anak sekolah, renovasi sekolah, dan pengembangan sekolah unggulan. Anggaran pendidikan juga untuk perluasan program beasiswa, pemajuan kebudayaan, penguatan perguruan tinggi kelas dunia, serta untuk pengembangan riset.
Sri Mulyani Indrawati memastikan RAPBN 2025 sudah mengakomodasi kebutuhan anggaran untuk program makan bergizi gratis sebesar Rp 71 triliun. Bendahara Negara itu mengatakan, RAPBN 2025 menyediakan ruang fiskal untuk transisi pemerintahan yang efektif dan mengedepankan keberlanjutan dari pemerintahan sebelumnya. Namun, dia belum bisa memberikan penjelasan secara detail mengenai alokasi anggaran untuk program makan bergizi gratis.
“Untuk program prioritas presiden terpilih makan bergizi gratis yang Rp 71 triliun sudah ada di sini. Nanti akan dijelaskan dari tim makanan bergizi gratis yang saat ini terus disempurnakan," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers yang digelar di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu), Jakarta Selatan, Jumat (16/8/2024).
Tak hanya mengakomodasi program unggulan Prabowo-Gibran di RAPBN 2025, Jokowi menunjukkan dukungannya kepada pemerintahan berikutnya dengan mengokomodasi sejumlah orang lingkaran Prabowo dalam kabinetnya.
Dalam reshuffle kabinet pada 19 Agustus 2024, Jokowi melantik politikus Partai Gerindra Supratman Andi Agtas sebagai menteri hukum dan HAM (menkumham) menggantikan politikus PDIP Yasonna H Laoly. Jokowi juga melantik Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia sebagai menteri ESDM menggantikan Arifin Tasrif. Posisi Bahlil di Kementerian Investasi/BKPM diisi oleh Ketua TKN Prabowo-Gibran Rosan Roeslani.
Tak hanya itu, Jokowi melantik Dadan Hindayana sebagai kepala Badan Gizi Nasional. Badan ini yang nantinya akan menangani program makan bergizi gratis. Jokowi pun melantik pendiri Cyrus Network, Hasan Nasbi akan dilantik sebagai kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan dan Angga Raka Prabowo sebagai wakil menteri komunikasi dan informatika (wamenkominfo).
Baca Juga
Sebulan sebelumnya atau Kamis (18/7/2024) Jokowi telah melantik Bendahara Umum Partai Gerindra, Thomas Djiwandono sebagai wakil menteri keuangan (wamenkeu) II dan Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah (Jateng) Sudaryono sebagai wakil menteri pertanian (wamentan).
Soliditas Jokowi dan Prabowo ini diharapkan memuluskan transisi kepemimpinan nasional akan berjalan mulus. Fokus utama pemerintahan Jokowi adalah meletakkan fondasi yang kuat untuk memuluskan transisi pemerintahan. Bahkan, Jokowi membuka ruang yang luas bagi Prabowo untuk menyiapkan program-program strategis pemerintahannya ke depan.
"Presiden Jokowi memberikan tempat dan kesempatan yang luas bagi Presiden terpilih memulai menyusun agenda-agenda strategis untuk menjalankan visi dan misinya demi keberlanjutan pemerintahan nantinya," kata Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi), Juri Ardiantoro, Senin (26/8/2024).

