Financial Habit Konsep 3F Ala Bank Jago, Panduan Tajir bagi Gen Z
YOGYAKARTA, investortrust.id – Generasi muda, khususnya Gen Z perlu melakukan instrospeksi gaya hidup dan memastikan punya financial habit (kebiasaan keuangan) yang baik. Untuk itu, kaum muda perlu memiliki strategi pengelolaan keuangan yang sistematis. Konsep pengelolaan keuangan 3F (fix, fun, and future) ala Bank Jago bisa diadopsi jika ingin tajir di masa depan.
Edo Velandika,Consumer Business Community Manager Bank Jago menuturkan, sebagian besar permasalahan keuangan kaummudamuncullantaran perilakukonsumtifyangtidak diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang sehat.
“Untuk itu generasi muda harus melek keuangan dan belajar mengelola keuangan yang baik. Bisa diawali dengan introspeksi gaya hidup, lalu menabung atau membuat pos-pos anggaran berdasarkan skala prioritas, dan terakhir mulailah investasi sejak dini,” ujar Edo Velandika yang akrab disapa Dika dalam “Welcoming Party AIESEC UPN Veteran Yogyakarta”, Sabtu (5/10/2024).
PT Bank Jago Tbk berkolaborasi dengan organisasi kepemudaan internasional AIESEC mengumpulkan ratusan pemuda di UPN Yogyakarta untuk membahas tantangan kepemimpinan global dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, salah satunya soal pengelolaan keuangan.
Dika membeberkan konsep dasar pengelolaan keuangan 3F: fix, fun, and future ala Bank Jago. Konsep tersebut merujuk padatigakriteriaanggaranyangharusdipahamidalammembuat perencanaan keuangan.
Fix berarti memisahkan pengeluaran yang bersifat pasti atau fixedcost, seperti biaya makan, cicilan atau sewa tempat tinggal,danpengeluaranlainyangbersifat wajib. “Ini biasanya sekitar 50% dari total penghasilan bulanan,” kata dia.
Lalu, fun yang merupakan alokasi dana untuk kegiatan bersenang-senang, seperti nonton film atau konser musik, hobi, olahraga, maupun liburan atau traveling. “Anggaran ini kalau dikeluarkan bisa bikin senang, tetapi kalaupun tidakyatidakapa-apajuga.Untukfunbudgetini usahakan tidak lebih dari 30% dari total penghasilan,” sebut Dika.
Terakhir adalah future, yaitu alokasi dana yang dipersiapkan sejak dini untuk memenuhi kebutuhan yang tak terduga dan sesuatuyangbersifatjangkapanjangatauuntukmasadepan. Misalnya, dana darurat, dana pensiun, atau biaya untuk melanjutkan pendidikan. Anggaran future setidaknya memiliki alokasi 20% dari total penghasilan.
Dika mengingatkan, yang terpenting dalam pengelolaan keuanganbukanlahseberapabesarnominal yang ingin dicapai tetapi lebih kepadamembangunkebiasaanfinansial (financial habit) yangbaik.Untukituperlu ditetapkan target-target keuangan pribadi secara cermat dan realistis, merinci dan mengkalkulasi anggaran yang sifatnya pasti atau rutin, serta membuat alokasi anggaran berdasarkan skala prioritas dan tujuan jangka panjang.
Dia melanjutkan, sekarang banyak aplikasi atau metode yang memudahkan untuk memisah-misahkan anggaran. Salah satunya adalah menggunakan Aplikasi Jago dengan fitur Kantongdidalamnya.PenggunaAplikasiJagodapatmemisahkanuangkedalampos-posyang berbeda sesuai kebutuhan dan keinginan hingga 60 kantong, yang memiliki nomor rekening yang berbeda untuk setiap kantongnya.
Jika penghasilan bulanan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan, Dika merekomendasikan untuk mencari sumber penghasilan lain, seperti pekerjaan sampingan atau memulai bisnis. Kemudian jika penghasilan bulanansudahlebihdaricukup,mulailahberinvestasisejakdinidan mulailah dari jumlah yang kecil dengan konsisten dan teratur.
Baca Juga
Tingkatkan Pemahaman Investasi, Bank Jago dan Bibit Gelar Talkshow Curhat Keuangan
“Pelajari dulu dasar-dasarinvestasibiartidakcumaikut-ikutanatauFOMO(fearofmissingout). Kalau ada yang pompom atau menjanjikan keuntungan yang tidak masuk akal, besar kemungkinan itu investasi bodong,” ingat Dika.
Sebagai bank berbasis teknologi, Bank Jago mengembangkan Aplikasi Jago agar dapat tertanam di berbagai ekosistem digital agar mempermudah nasabah untuk menjalani kehidupannya, termasuk melakukan pengelolaan keuangan dan investasi. Dalam mendukung investasi, Bank Jago berkolaborasi dengan platform investasi online Bibit dan Stockbit agar pengguna Aplikasi Jago dapat berinvestasi secara mudah dan seamless.
“Setiap orang punya masalah, kebutuhan hidup masing-masing, serta punyacarasendiriuntuk mengatur keuangan. Itulah alasan Aplikasi Jago dirancang agar nasabah bisa fleksibel mendesain solusi keuangannya sendiri,” papar Dika.
Fahish Akbar Laksmana, Local Head President AIESEC UPN Yogyakarta, mengapresiasi kepedulian Bank Jago terhadap berbagai tantangan kepemimpinan anakmuda, termasuk masalah keuangan. “Kami berharap dengan dukungan Bank Jago,kegiatan-kegiatan AIESEC UPN “Yogyakarta dapat meningkatkan kepedulian dan kesadaran generasi muda untuk menciptakan dampak positif di masyarakat melalui pengelolaan keuangan yang lebih baik,” ujarnya.
Baca Juga

