IFG Dorong Generasi Muda Investasi dan Jauhi Pinjol
JAKARTA, investortrust.id – Head of Portofolio Analytical PT Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat, mengemukakan bahwa investasi terbaik yang dimiliki setiap orang adalah talenta. Sebagai catatan, Bahana TCW merupakan anak usaha Indonesia Financial Group (IFG).
“Investasi terbaik itu di talenta. Bahwa nanti Anda investasi di saham, itu setelah melewati talenta,” tegas Budi Hikmat dalam Investortrust Goes to Campus Trisakti, Selasa (24/9/2024).
Dia menerangkan, talenta dimaksud, tercermin bila seseorang bisa menghasilkan pekerjaan yang memuaskan, namun terasa mudah diselesaikan, bisa dinikmati prosesnya, dan menghasilkan atau excellent, easy, enjoy, and earn.
Baca Juga
Mirae Asset Sekuritas Pertahankan Target IHSG 8.000, Penguatan Didukung Sentimen Ini
Dalam presentasinya, Budi menegaskan alasan mengapa saham tidak disebut investasi terbaik. Sebab menurut dia, saham tidak bisa menjadi investasi terbaik bila investor tidak mengerti karakter dari produk investasi ini.
Karakter pasar modal, terutama saham, jelas Budi, ada dua yakni likuid dan volatil. Saham disebut likuid karena memiliki pasar sekunder, sehingga bisa dicairkan dengan cara dijual dalam jangka waktu cepat. Setiap hari, orang bisa melakukan perdagangan (trading) saham.
Aspek lainnya adalah volatilitas yang ditunjukkan dengan kenaikan dan penurunan harga saham yang bisa terjadi setiap hari bursa. Aspek kedua inilah yang umumnya tidak disukai investor.
“Tetapi kalau Anda bisa mengendalikannya, itu bagus. Nah ini talenta tadi yang saya sampaikan. Butuh literasi investasi,” tegas dia.
Baca Juga
Universitas Trisakti Apresiasi Program Literasi Finansial Investortrust
Budi juga menekankan bahwa budaya menabung sudah tidak relevan dilakukan generasi muda saat ini karena tidak ada dimensi pertumbuhannya. Sedangkan untuk merangkai masa depan yang mapan, dia menyarankan masyarakat untuk mulai berinvestasi.
“Jangan sampai tuir (tua) sebelum tajir (kaya). Kedua, coret yang namanya pinjol,” imbuhnya.
Merujuk data demografi Indonesia, sambung Budi, akan ada banyak penduduk Indonesia yang mulai menua pada 2030. (CR-10)

