BTN Percepat Digitalisasi KPR, Akses Pembiayaan Rumah Makin di Ujung Jari
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bagi generasi yang tumbuh bersama ponsel pintar dan layanan serba instan, hampir seluruh kebutuhan kini dapat diakses lewat sentuhan layar mulai dari transportasi, belanja, hingga investasi.
Kini, proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) juga bergerak ke arah digital. Di tengah perubahan perilaku tersebut, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mendorong transformasi digital untuk membawa layanan pembiayaan hunian semakin dekat dengan generasi baru.
Sebagai bank spesialis pembiayaan perumahan, BTN menghadirkan balé Properti, fitur unggulan dalam aplikasi balé by BTN yang dirancang mempermudah masyarakat mencari sekaligus mengajukan pembiayaan rumah tanpa perlu datang ke kantor cabang. Melalui fitur ini, calon pembeli dapat menelusuri pilihan rumah berdasarkan lokasi, harga, tipe, hingga fasilitas sekitar, sekaligus melakukan simulasi KPR, pengajuan kredit secara daring, dan memantau prosesnya secara real time.
Baca Juga
76 Tahun Berdiri, BTN Salurkan 5,97 Juta Unit KPR dengan Nilai Rp 555,11 Triliun
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyebut transformasi digital menjadi bagian strategi perseroan dalam memperluas akses pembiayaan perumahan. Hingga Desember 2025, BTN telah menyalurkan 5,97 juta unit kredit perumahan dengan nilai Rp555,11 triliun, dengan mayoritas pembiayaan mengalir ke segmen KPR subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dari total tersebut, penyaluran KPR subsidi tercatat 4,4 juta unit senilai Rp 300,99 triliun, sementara KPR non-subsidi mencapai 1,3 juta unit senilai Rp218,57 triliun. Angka ini menegaskan peran strategis BTN dalam ekosistem pembiayaan hunian nasional yang kini semakin diperkuat melalui kanal digital.
Dampak ke Pasar Properti
Pengamat Properti Colliers Indonesia, Aliviery Akbar, menilai digitalisasi proses KPR tidak sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan mengubah pola interaksi antara konsumen dan perbankan.
“Sebenarnya bukan perilaku konsumen yang berubah, tapi perbankan yang merubah perilaku konsumen. Digitalisasi mempercepat pelayanan dan meningkatkan efisiensi melalui pengajuan online, digital dokumen, serta pemantauan status secara real time,” ujarnya.
Baca Juga
Ungguli Bank Himbara Lain, Penyaluran KPR Sejahtera FLPP BTN (BBTN) Tembus 4.160 Unit
Menurut dia, kehadiran super app dan digital store memungkinkan konsumen mengajukan pembelian rumah secara mandiri melalui aplikasi dengan data terintegrasi ke lembaga lain maupun pengembang. Hal ini mempercepat proses pengambilan keputusan pembelian.
Aliviery menambahkan, kemudahan pengajuan KPR digital berpotensi mendorong peningkatan permintaan properti, terutama dari kalangan milenial dan Gen Z yang kini mendominasi demografi pembeli rumah.
“Digitalisasi bertindak sebagai katalis yang memangkas hambatan administratif dan meningkatkan inklusi finansial. Meskipun demikian, faktor suku bunga dan daya beli masyarakat tetap menjadi penentu akhir keputusan pembelian properti,” katanya.
Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, ia memproyeksikan digitalisasi akan memainkan peran sentral dalam ekosistem pembiayaan perumahan nasional seiring dominasi generasi muda yang terbiasa dengan transaksi digital.
Akselerator
Dari sisi industri perbankan, Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim, menilai transformasi digital BTN memperkuat daya saing perseroan di tengah kompetisi yang semakin ketat.
Menurut Faris, efektivitas platform digital tercermin dari pertumbuhan kredit sebesar 11,9% hingga mencapai Rp 400 triliun serta pertumbuhan simpanan 14,6% menjadi Rp 437 triliun.
Baca Juga
HUT Ke-76, BTN Percepat Transformasi Digital dan Beyond Mortgage
“Angka ini berada di atas guidance tahun 2025, membuktikan efektivitas platform digital dalam menghimpun dana dan menyalurkan kredit,” ujarnya.
Digitalisasi juga berkontribusi terhadap kenaikan laba bersih sebesar 16,4% secara tahunan (year on year), mencerminkan efisiensi proses dan penguatan bottom line perusahaan.
Ia mencatat penggunaan portal properti BTN melonjak 56,9% secara tahunan, dengan realisasi penyaluran kredit meningkat 18,6% secara unit. Saat ini, sebanyak 77,3% nasabah KPR subsidi BTN berasal dari generasi milenial berusia 21–35 tahun, menunjukkan keberhasilan strategi digital dalam menjangkau segmen muda.
Baca Juga
Di sisi lain, BTN terus memperkuat aspek keamanan dan keandalan layanan digital melalui pembentukan Sub Komite Anti Fraud serta implementasi konsep Loan Factory untuk meminimalkan risiko kesalahan operasional.
Transformasi digital BTN menunjukkan bahwa layanan pembiayaan hunian tak lagi terikat ruang dan waktu. Ketika proses pengajuan KPR dapat dilakukan melalui layar gawai, jarak antara impian dan realitas kepemilikan rumah kian dekat.
Bagi generasi baru yang menginginkan kecepatan, transparansi, dan kemudahan, digitalisasi bukan sekadar inovasi tambahan, melainkan standar baru layanan keuangan. Dalam lanskap tersebut, kemampuan menghadirkan KPR ke ujung jari menjadi strategi kunci untuk memperluas akses hunian sekaligus menjaga relevansi di era perbankan digital.

