Rupiah Menguat Tipis Terhadap Dolar AS, Imbas Aksi Suku Bunga Bank Sentral Inggris dan Eropa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah terpantau menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (19/12/2025) pukul 09.02 WIB. Rupiah menguat 9 poin atau 0,05% ke posisi Rp 16.714 per US$.
Sejumlah mata uang negara mitra dagang juga menunjukkan penguatan terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia misalnya, menguat 0,1%. Penguatan lainnya ditunjukkan rupee India yang menguat 0,13%, dan peso Filipina yang menguat 0,03%.
Sementara itu, yen Jepang dan dolar Singapura melemah terhadap dolar AS masing-masing sebesar 0,1% dan 0,05%.
Baca Juga
Jelang Pengumuman APBN KiTa, Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS di Posisi Rp 16.703 per US$
Euro Uni Eropa terpantau menguat 0,05% dan poundsterling Britania Raya menguat 0,01%.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan penguatan sejumlah mata uang di kawasan Asia terdorong aksi keputusan bank sentral Eropa (ECB) dan bank sentral Inggris (BoE). Saat ini, indeks dolar AS atau DXY naik tipis ke 98,44 karena pasar mencermati putusan dua bank sentral tersebut.
ECB menahan suku bunga di posisi 2% dan BoE memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) ke posisi 3,75%. Pemangkasan suku bunga BoE muncul karena dorongan inflasi yang mereda dan melemahnya momentum pertumbuhan ekonomi.
“Sehingga mendorong pembuat kebijakan memberikan dukungan tambahan terhadap pertumbuhan, dengan tetap mempertahankan pendekatan yang berhati-hati dan bergantung pada data menuju 2026,” kata Andry.
Baca Juga
Di sisi lain, pasar saham Eropa ditutup menguat. Pasar saham di Prancis dan Jerman menguat didukung membaiknya sentimen risiko global, serta respons positif atas data inflasi AS yang lebih rendah.
Berdasarkan proyeksi, rupiah akan diperdagangkan dalam kisaran Rp 16.656-16.739 per US$.

