Hadirkan Hunian Layak untuk MBR, BTN Gandeng PPATK Renovasi Rumah Rakyat
Poin Penting
|
BEKASI, investortrust.id - Sebagai upaya untuk menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bedah Rumah bertajuk ‘Rumah Bersih Keuangan Bersih’.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengungkapkan, program ini sejalan dengan peringatan 23 tahun rezim Anti Pencucian Uang (APU), Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT), serta Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPPSPM) di Indonesia.
“Kami tidak hanya berkomitmen memperluas akses kepemilikan rumah, tetapi juga memastikan setiap proses pembangunan dilakukan dengan tata kelola yang baik, transparan, dan berintegritas,” ujarnya, di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/12/2025).
Baca Juga
BTN (BBTN) Tunda RUPSLB ke 7 Januari 2026, Ada Agenda Perubahan Pengurus
Menurut Nixon, rumah merupakan fondasi kehidupan yang layak, sehat, dan bermartabat. Oleh karena itu, BTN memandang penting kolaborasi dengan PPATK agar pembangunan perumahan berjalan seiring dengan penguatan integritas keuangan.
Selama lebih dari dua dekade, lanjut dia, PPATK bersama para pemangku kepentingan telah menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas sistem keuangan nasional.
“Program bedah rumah ini sekaligus menjadi dukungan nyata BTN terhadap Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, khususnya target penyediaan 3 juta unit rumah layak huni bagi MBR,” katanya.
Baca Juga
November 2025, BTN (BBTN) Raup Laba Rp 2,9 Triliun Naik 21,1%
Nixon mengatakan, saat ini tantangan perumahan nasional masih cukup besar. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), di Jawa Barat baru sekitar 54,17% rumah tangga yang menempati rumah layak huni, sementara sekitar 45,83% lainnya masih tinggal di hunian yang belum memenuhi standar kelayakan.
“Artinya, hampir satu dari dua rumah tangga di Jawa Barat masih membutuhkan perhatian dan intervensi bersama,” katanya.
Program ini, kata Nixon, dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Jakarta, Bekasi, dan Cianjur, dengan total 15 rumah penerima manfaat. Program ini turut membawa pesan penting, khususnya bagi MBR, bahwa perlindungan tidak hanya atas keterbatasan hunian, tapi juga dari risiko transaksi keuangan ilegal seperti judi online (judol), investasi bodong, maupun praktik pencucian uang.
“Hunian yang layak dan keuangan yang bersih merupakan fondasi bagi masyarakat yang berdaya dan berkelanjutan,” ucapnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua PPATK Ivan Yustiavandana menyatakan, integritas seseorang berawal dari rumah. Dari cara seseorang hidup bersama keluarga, berinteraksi dengan pasangan, hingga mendidik anak-anaknya semua interaksi itu terjadi di dalam rumah.
“Integritas itu mulainya dari rumah. Bagaimana dia hidup dengan keluarga, bagaimana berinteraksi dengan anak, dengan suami, dengan istri, semuanya bermula dari rumah. Orang yang berintegritas di luar itu dimulainya dari rumah,” ujarnya.
Sehingga, PPATK memandang penting upaya menghadirkan hunian yang bersih, nyaman, dan layak bagi masyarakat. Sebab rumah yang bersih tak hanya berdampak pada kualitas hidup, tapi juga berpengaruh terhadap terarahnya keuangan keluarga di dalamnya.
“Pesan Presiden Prabowo jelas kepada kami, selamatkan setiap uang rakyat. Karena itu, PPATK juga punya program membangun rumah seperti yang dilakukan BTN. Dananya berasal dari sumbangan gaji para pegawai,” kata Ivan.

