BRI Tingkatkan Transformasi Digital dengan BRImo dan Qlola, Transaksi BRImo pun Melejit
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) terus menggenjot transformasi digital untuk menjawab tantangan perubahan perilaku nasabah dan kebutuhan layanan perbankan yang semakin dinamis.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan, digitalisasi menjadi salah satu fokus utama perseroan, seiring dengan penguatan berbagai aset digital yang telah dimiliki, salah satunya super app BRImo.
“Digitalisasi sangat penting. Memang BRI sekarang sudah punya aset digital yang cukup bagus namanya BRImo. BRImo terus dikembangkan dan diperkuat teknologinya, termasuk juga proses dalam hal face recognition, online onboarding, dan seterusnya,” ujarnya, dalam Launching BRI Corporate Rebranding, di Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Pengembangan BRImo, lanjut Hery, berdampak signifikan terhadap peningkatan aktivitas transaksi nasabah. Ia mencatat lonjakan volume transaksi harian yang naik sekitar dua kali lipat dalam beberapa bulan terakhir.
“Pada Maret lalu, volume transaksi harian BRImo sebesar Rp 14 triliun. Hari ini mungkin Rp 31 triliun, ini naiknya sekitar dua kali lipat,” katanya.
Selain BRImo, BRI juga memiliki platform digital untuk segmen korporasi dan bisnis yaitu Qlola yang merupakan layanan solusi transaction banking. Saat ini Qlola terus disempurnakan melalui proses fine tuning, baik dari sisi teknologi, tampilan antar muka (UI/UX), maupun penguatan fitur-fitur layanan.
Baca Juga
Danantara: Rebranding BRI Jadi Momentum Tinggalkan Era Artifisial
“Sekarang kita lagi rapihin, terus saja fine tuning dari sisi teknologinya, UI dan UX-nya, kemudian dari kemampuan fitur-fitur yang ada akan diperbaiki,” ucap kata Hery.
Dalam kesempatan yang sama, Hery Gunardi menjelaskan langkah rebranding dilandasi hasil riset Kantar, Kadence, dan Nielsen Indonesia yang menunjukkan bahwa meski BRI dipercaya dan mudah diakses, citra bank masih dinilai terlalu lekat dengan kerakyatan dan dipersepsikan kurang relevan oleh segmen urban dan generasi muda.
Selain itu, layanan digital dinilai belum cukup aspiratif, koneksi emosional dengan brand masih lemah, identitas brand belum sepenuhnya selaras dengan ekspektasi Gen Z, serta terjadi ketidakselarasan sistemik di berbagai sub-brand.
Riset tersebut juga mengungkap bahwa meskipun dikenal luas, BRI dinilai masih kurang dipertimbangkan di segmen urban, khususnya pada bisnis konsumer hingga nasabah individu kelas atas.
Kondisi ini mendorong perseroan untuk menyegarkan brand guna mengubah cara pandang bahwa BRI bukan hanya bank bagi masyarakat kecil dan kurang terlayani, melainkan bank untuk semua kalangan di mana pun nasabah berada.
“Brand idea kita adalah mendukung setiap ambisi nasabah di seluruh Indonesia. Brand personality kami adalah terpercaya namun progresif, ambisius namun penuh rasa hormat, aspiratif namun praktis, universal namun personal, dan kelas dunia namun sangat Indonesia,” kata Hery.
Baca Juga
HUT Ke-130, BRI Lakukan Corporate Branding dan Tekankan 5 Nilai “Brilian Way”
Transformasi visual ditandai dengan pergeseran warna utama menjadi “Nusantara Blue” yang lebih terang dari warna biru sebelumnya. Kombinasi biru dan putih diterapkan untuk menciptakan estetika yang tenang, kontemporer, dan secara tegas mencerminkan identitas BRI.
Ke depan, BRI juga tengah menyiapkan pembaruan tampilan BRImo atau BRImo new skin. Namun demikian, peluncuran tersebut masih menunggu persetujuan regulator.
Selain fokus pada digitalisasi layanan, bank berkode saham BBRI ini juga terus mengembangkan berbagai inisiatif produk pembiayaan, mulai dari kredit pemilikan rumah (KPR), kredit multiguna, pembiayaan otomotif untuk mobil dan motor, hingga layanan terkait emas seperti gadai, jual, dan beli emas.
“Jadi banyak inisiatif itu, nanti akan setiap tiga sampai empat bulan kita launching, agar bisa memenuhi kebutuhan nasabah saat ini,” ucap Hery.
Perjalanan BRI selama 130 tahun menurut Hery merupakan perjalanan panjang yang dimulai dari Purwokerto hingga kini menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia. Memasuki tahun 2025, BRI memfokuskan diri pada akselerasi transformasi secara menyeluruh.
Untuk melanjutkan perjalanan tersebut, lanjut Hery, BRI melakukan transformasi tidak hanya dari sisi bisnis dan enabler bisnis, tetapi juga dari sisi budaya perusahaan. BRI merumuskan budaya kerja baru yang disebut ‘Brilian Way', dengan lima nilai utama, yakni integrity, collaborative, accountability, growth mindset, dan customer focus.
“Di samping itu juga kita merumuskan rancangan fondasi kuat untuk transformasi, baik di sisi bisnis maupun enabler bisnis, kita mesti perhatikan funding franchise dari sisi bisnis, credit core bisnis kita seperti mikro dan SME kita bangun proses bisnisnya,” katanya.

