Jaga Keberlanjutan Bisnis dan Nilai Tambah, BCA Sebut Inovasi Harus Selaras dengan Regulasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) Hendra Tanumihardja mengungkapkan, setiap langkah inovasi yang dilakukan perbankan harus diiringi dengan kepatuhan terhadap regulasi. Sebab, keseimbangan antara inovasi dan kepatuhan menjadi unci dalam menjaga keberlanjutan bisnis serta memberikan nilai tambah (value added) bagi nasabah.
“Inovasi itu harus kita pandang, segala sesuatu terobosan, ide, inisiatif, yang memberikan kita value added. Kalau tidak ada value added, bukan inovasi seharusnya,” ujarnya, dalam Acara Paper UNFOLD 2025, di Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Hendra menjelaskan, nilai tambah yang dimaksud bisa ditujukan untuk nasabah maupun internal di perusahaan. Namun, dalam konteks produk perbankan, inovasi harus selalu berorientasi pada kepentingan nasabah.
“Kami memandangnya bahwa sistem yang regulated ini tujuannya sebetulnya mereka ingin memproteksi customer. Ada customer protection disana, ada menjaga persaingan bisnis sehat, ada menjaga stabilitas, jangan di sana ada di sini ada. Dan yang terpenting saya lihat juga, menjaga kepentingan nasional,” katanya.
Baca Juga
Gelar Runvestasi 2025, BCA Dorong Gaya Hidup Sehat dan Investasi Berhadiah Jutaan Rupiah
Oleh sebab itu, lanjut Hendra, inovasi yang dilakukan di luar kerangka regulasi justru bisa menimbulkan risiko dan berpotensi tidak akan berlanjut (sustain). “Jadi ketika melakukan inovasi-inovasi kita harus perhatikan dulu apakah itu memberikan value added buat customer, memberikan value added buat kita dulu,” sambungnya.
BCA sendiri, kata Hendra, selalu memastikan setiap pengembangan produk dan layanan dilakukan dalam kerangka yang telah ditetapkan oleh regulator, seperti Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) maupun Roadmap Sistem Pembayaran Indonesia.
“Kita bergerak di dalam framework itu, kalau di luar framework hati-hati, bis berbahaya, jangan. Jadi, kita harus lihat kerangkanya, kalau kita mau terobos, itu resiko. Dan itu buat kami di BCA, kami selalu mengedepankan compliance dulu,” ucapnya.
Baca Juga
Runvestasi 2025, BCA Tekankan Pentingnya Investasi Aman dan Terukur
Lebih jauh, Hendra menambahkan, ketika BCA menemukan ide inovasi yang belum tercakup dalam kerangka regulasi, pihaknya akan membuka ruang diskusi dengan regulator.
“Kalau ternyata inovasi kita ini kok belum ter-capture di dalam framework ini, itu yang kita jadikan ruang-ruang untuk diskusi, ruang-ruang untuk feedback, ruang-ruang untuk audiensi ke pihak regulator,” ujar Hendra.

