Ketum PAAI: AI Bukan Ancaman, tetapi Peluang Besar bagi Agen Asuransi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI), M Idaham menegaskan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bukanlah sebuah ancaman, melainkan peluang besar bagi agen asuransi untuk melakukan lompatan transformasi.
Hal itu diungkap Idaham dalam momen HUT ke-9 PAAI yang mengusung tema ‘Lompatan Besar Agen Asuransi di Era Artificial Intelligence (AI).
“Kehadiran AI justru dapat memperkuat peran agen dalam memberikan layanan yang lebih cepat, tepat, personal, dan humanis, sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia,” tegas Idaham di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/10/2025).
Baca Juga
PAAI: Agen Asuransi Berperan Perkuat Pondasi Keuangan Negara
Ketua Panitia HUT Ke-9 PAAI, Esra Manurung menghadirkan sejumlah tokoh nasional, antara lain Guru Besar FEB UI, Rhenald Kasali dan President Maxwell Leadership Indonesia, David Tjokrorahardjo.
HUT ke-9 PAAI turut dimeriahkan oleh talkshow inspiratif yang mengangkat tema Lompatan Besar Agen di Era Artificial Intelligence (AI) yang menghadirkan entrepreneur muda dengan jaringan global Elizabeth Ariesta Melawaty, tokoh media nasional Primus Dorimulu, dan financial advisor Christopher Rodjito.
Menurut Ketua Umum PAAI, Idaham, dengan dukungan teknologi AI, agen asuransi dapat memperoleh informasi lebih cepat, melakukan analisis lebih tajam, dan membangun personal branding yang lebih kuat. Karena itu, AI bukanlah ancaman, tetapi justru senjata yang memperkuat eksistensi agen asuransi di era digital.
Baca Juga
PAAI Sebut Agen Asuransi Hadapi Dua Tantangan Utama, Apa Saja?
Rhenald Kasali menyampaikan bahwa para agen asuransi perlu beradaptasi dengan perubahan zaman di tengah atensi ekonomi dan perkembangan AI. Para agen dituntut terus mengasah kreativitas, melakukan reskilling, serta membangun disiplin diri karena dinamika demografi di masa depan akan terus berubah.
Sementara itu, David Tjokrorahardjo menegaskan, era AI harus disikapi sebagai peluang untuk meningkatkan produktivitas para agen. “Tentu AI dan teknologi apa pun memberikan peringatan kepada setiap pemimpin untuk reskill dan upskill kapasitas mereka untuk membudidayakan AI dengan tepat sasaran,” tegas David.
Menurut dia, ada begitu banyak hal yang bisa difasilitasi teknologi dan banyak yang masih memerlukan fasilitasi manusia.

