BSI Gandeng Mitra Qatar, Layanan Kirim Uang WNI Makin Mudah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk mempermudah warga negara Indonesia (WNI) di Qatar untuk mengirim uang ke Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) menggandeng mitra remitansi lokal Remittance Arabian Exchange.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengungkapkan, layanan remitansi ini dilengkapi transaksi bill payment, gold instalment, serta tabungan haji dan umroh bagi WNI di Qatar.
“Kami ingin para pekerja di luar negeri juga dapat mengakses layanan syariah,” ujarnya, dalam keterangan pers, Jumat (15/8/2025).
Baca Juga
BSI Jalin Kerja Sama dengan Kemendikdasmen, Dorong Literasi Keuangan Syariah di Sektor Pendidikan
Anton menyatakan, saat ini pihaknya melayani remitansi dari 14 negara, diantaranya negara di Asia, Middle East, Australia. Sementara, transaksi remitansi tertinggi di BSI berasal dari Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan, serta sejumlah negara di Eropa dan Asia lainnya.
BSI, kata dia, melihat potensi pertumbuhan bisnis remitansi yang masih tinggi, ditambah lagi dengan skema bisnis bervariasi yang ditawarkan, di antaranya skema business to business (B2B) untuk menggerakan transaksional remitansi, dan skema business to customer (B2C) untuk mendorong aktivasi layanan digital di BSI.
“Hingga Juli 2025, transaksi remitansi BSI naik 12% secara year on year (yoy) mencapai lebih dari 1 juta transaksi,” kata Anton.
Baca Juga
Gandeng Indomaret, BSI Fasilitasi Pembiayaan Waralaba Syariah hingga Rp 2 Miliar per Outlet
Menurutnya, BSI akan terus mendorong ekspansi dan kerja sama remitansi, serta melakukan kolaborasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di sejumlah negara untuk memberikan edukasi dan literasi keuangan syariah kepada pekerja migran Indonesia (PMI).
“Untuk memudahkan kebutuhan perbankan, WNI yang berada di luar negeri juga dapat mengakses BYOND by BSI bahkan menggunakan nomor ponsel negara setempat,” ucap Anton.
“Adapun negara-negara yang sudah didukung oleh aplikasi tersebut di antaranya Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Jepang, Hong Kong, Australia, Saudi Arabia, UAE, Qatar, dan Oman,” sambung dia.

