Bagikan

LPS Catat Indeks Menabung Konsumen Naik 0,9 Poin Jadi Level 80,2 di Februari 2025. Apa Artinya?

JAKARTA, investortrust.id - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat Indeks Menabung Konsumen (IMK) pada Februari 2025 mengalami kenaikan sebesar 0,9 poin secara bulanan ke level 80,2. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya Indeks Waktu Menabung (IWM) sebesar 2,8 poin ke level 90,8. Namun, Indeks Intensitas Menabung (IIM) tercatat turun 1,0 poin ke level 69,6. 

Direktur Group Riset LPS Seto Wardono mengungkapkan bahwa kenaikan IMK ini mencerminkan tren positif dalam niat dan kemampuan menabung masyarakat, meskipun masih terdapat tantangan dalam intensitas menabung. 

“Terjadi peningkatan responden yang menyatakan bahwa tiga bulan mendatang merupakan waktu yang tepat untuk menabung, yaitu dari 33,2% pada Januari 2025 menjadi 40,5% pada Februari 2025,” ujarnya, dalam Acara Buka Bersama Media yang digelar LPS, di Jakarta, Senin (17/3/2025). 

Namun, Seto juga menyatakan bahwa ada peningkatan jumlah responden yang menyatakan tidak pernah menabung, yakni dari 22,9% pada Januari 2025 menjadi 27,6% di Februari 2025. Sementara itu, persentase responden yang merasa jumlah tabungan mereka lebih kecil dari rencana semula sedikit menurun dari 56,7% menjadi 56,4%. 

Lebih lanjut, ia menilai bahwa pergerakan IMK pada Februari 2025 dipengaruhi oleh pola konsumsi masyarakat yang meningkat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Konsumen cenderung mengalokasikan pendapatan untuk kebutuhan belanja, yang mempengaruhi pola menabung di berbagai kelompok pendapatan rumah tangga. 

Kenaikan terbesar IMK terlihat pada kelompok rumah tangga berpendapatan Rp 1,5 juta per bulan (naik 20,0 poin) dan rumah tangga dengan pendapatan di atas Rp 7 juta per bulan (naik 11,9 poin). Khusus untuk kelompok rumah tangga dengan pendapatan di atas Rp 7 juta per bulan, IMK tercatat konsisten di atas level 100. 

Sebaliknya, IMK rumah tangga berpendapatan di atas Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta per bulan dan kelompok rumah tangga berpendapatan di atas Rp 3 juta hingga Rp 7 juta per bulan mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,4 poin dan 3,0 poin secara bulanan. 

Baca Juga

LPS : Sebanyak 99,94% Rekening Nasabah Dijamin Simpanannya 

Selain IMK, lanjut Seto, hasil Survei Konsumen dan Perekonomian (SKP) LPS juga menunjukkan peningkatan pada Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang mencapai 107,1 pada Februari 2025, naik 11,4 poin dari bulan sebelumnya. 

“Perkembangan ini menunjukkan persepsi konsumen yang optimis terhadap kondisi ekonomi nasional dan di wilayahnya,” kata Seto. 

Peningkatan juga terlihat pada dua komponen IKK, yaitu Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) maupun Indeks Ekspektasi (IE). ISSI meningkat ke level 84,8 dari posisi Januari 2025 yang tercatat sebesar 74,5. Sementara itu, IE meningkat ke level 123,9% dari 111,6 pada Januari 2025. 

“Selain faktor penyaluran bantuan sosial (bansos) dan perbaikan infrastruktur umum, perbaikan persepsi konsumen pada bulan lalu ditopang oleh sejumlah hal, seperti peningkatan harga jual produk masyarakat, panen tanaman pangan yang berhasil dengan baik, serta tekanan kenaikan harga sembako dan harga lainnya yang mereda,” ucap Seto. 

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa (kedua kanan) berbincang dengan, dari kiri ke kanan, Direktur Group Riset LPS Seto Wardono, Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank LPS Didik Madiyono, dan Sekretaris Lembaga LPS Jimmy Ardianto saat acara Buka Puasa Bersama Media, di Jakarta, Senin (17/3/2025). Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal 
 

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan dimulainya panen raya tanaman pangan di sejumlah sentra produksi, diskon tarif listrik yang mendorong tingkat inflasi menurun, perbaikan infrastruktur umum jelang hari raya, dan ekspektasi kenaikan penjualan produk masyarakat. 

Dari sisi pendapatan, IKK meningkat di semua kelompok rumah tangga, dengan kenaikan tertinggi pada kelompok rumah tangga berpendapatan hingga Rp 1,5 juta per bulan (naik 13,5 poin) dan rumah tangga berpendapatan di atas Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta per bulan (naik 13,7%). 

Sekadar informasi, IMK menunjukkan niat dan kemampuan menabung konsumen. Level IMK di atas 100 menunjukkan niat dan kemampuan menabung konsumen yang tinggi. Lebih detail, IMK terdiri dari dua komponen penyusun yakni IIM yang menunjukkan penilaian konsumen tentang intensitas dan kemampuan menabung, serta IWM yang menggambarkan penilaian konsumen terhadap waktu yang tepat untuk menabung atau niat untuk menabung. 

Kemudian, IKK menunjukkan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi, lapangan kerja dan pendapatan rumah tangga. Level IKK di atas 100 menunjukkan konsumen lebih optimistis terhadap kondisi ekonomi secara umum, ekonomi wilayah, kondisi lapangan kerja saat ini, dan prospeknya dalam enam bulan mendatang

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024