BSI Salurkan KUR Rp 3,98 Triliun di Aceh pada 2024
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah di Aceh, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mencatatkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 3,98 triliun kepada 49.735 penerima di sana, melampaui target awal yang ditetapkan sebesar Rp 3,1 triliun.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengungkapkan, pihaknya akan terus meningkatkan perannya dalam memperkuat perekonomian Aceh, terutama dalam pengembangan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pembiayaan sektor strategis, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
“BSI siap mendukung Pemprov Aceh dalam mengembangkan ekonomi syariah melalui penyediaan layanan keuangan syariah yang terintegrasi, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekosistem ekonomi berbasis syariah di Aceh,” ujarnya dalam keterangan pers, Minggu (16/2/2025).
Baca Juga
BSI, lanjut Hery, mengapresiasi dukungan Pemprov Aceh selama empat tahun dan bersama-sama mengimplementasikan Qanun Aceh, khususnya terkait lembaga keuangan syariah (LKS). Sehingga konsep ekonomi syariah yang universal dan modern dapat diterapkan di bumi Serambi Mekah secara konsisten dan berkesinambungan.
Menurutnya, BSI juga berperan aktif dalam penguatan sektor pariwisata melalui layanan keuangan syariah. Salah satu contoh nyata adalah penyediaan anjungan tunai mandiri (ATM) berbasis Visa dan Mastercard di Iboh, yang memunginkan wisatawan asing melakukan transaksi dengan lebih mudah.
”Sejak November-Desember 2022, wisatawan asing sudah bisa mengambil uang di sana, yang tentunya berdampak positif pada perputaran ekonomi lokal,” kata Hery.
Baca Juga
Selain KUR, BSI juga menyalurkan Rp 582 miliar untuk pembiayaan ekspor di Aceh pada 2024. Dari sisi penghimpunan dana, BSI juga mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) di Aceh sebesar Rp 18,7 triliun, naik 11,5% dibanding 2023.
Dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Aceh, dikatakan Hery, BSI memberikan perhatian khusus melalui berbagai program, seperti UMKM Center yang menyediakan fasilitas pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan bagi pelaku usaha agar naik kelas.
Untuk mendorong lahirnya wirausaha muda, BSI mengadakan program Aceh Muslimpreneur, sebuah kompetisi yang bertujuan membantu anak muda mengembangkan ide bisnis, memperluas jaringan, dan membangun komunitas pengusaha muslim. Hingga 2024, program ini telah melahirkan 10.400 wirausaha baru yang siap bersaing di pasar.
Lalu, BSI juga aktif mengembangkan desa-desa binaan, seperti Desa Nilam di Aceh Besar, Desa Bandeng di Aceh Timur, dan Desa Kopi di Bener Meriah. Tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pemberdayaan ekonomi berbasis syariah.
Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem mengapresiasi komitmen BSI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Aceh. Ia menekankan pentingnya peran perbankan syariah dalam menopang perekonomian daerah.
“Kami sangat mengapresiasi langkah BSI dalam mendukung perekonomian Aceh, terutama dalam penguatan UMKM dan pengembangan SDM. Ini adalah langkah penting untuk memastikan keberlanjutan ekonomi syariah di Aceh,” ucapnya.

