OJK Catat Premi Asuransi Tumbuh 2,22% Jadi Rp 296,65 Triliun per November 2024
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja industri asuransi komersial di dalam negeri mencatatkan kinerja positif hingga penghujung tahun 2024. Hal ini tercermin dari perolehan premi industri asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi secara akumulasi yang tumbuh 2,22% secara year on year (yoy) menjadi Rp 296,65 triliun per November 2024.
“Terdiri dari premi asuransi jiwa yang tumbuh 2,64% (yoy), serta premi asuransi umum dan reasuransi yang tumbuh 1,70% (yoy),” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono secara virtual, dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2024, Selasa (7/1/2025).
Ia merinci, untuk industri asuransi jiwa pertumbuhan premi 2,64%, dari Rp 160,88 triliun pada November 2023 menjadi Rp 165,13 triliun di periode yang sama tahun ini. Meskipun tidak besar, tapi pertumbuhan premi asuransi jiwa masih lebih lebih baik ketimbang industri asuransi umum dan reasuransi.
Baca Juga
Sejumlah Risiko ini Disebut Jadi Tantangan Perusahaan Asuransi di 2025
Sementara, asuransi umum dan reasuransi mencatatkan premi secara industri sebesar 1,70%, dari Rp 129,33 pada November 2023 triliun menjadi Rp 131,52 triliun di periode yang sama tahun lalu. Sehingga jika diakumulasikan, premi asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi tumbuh 2,22% menjadi Rp 296,55 triliun per November 2024.
Menurut Ogi, pendapatan premi juga dibarengi dengan kesehatan perusahaan asuransi yang terjaga baik. Tercermin dari rasio solvabilitasnya atau risk based capital (RBC) yang jauh berada diambang atas batas minimum yang ditentukan regulator yaitu 120%.
Baca Juga
OJK Dorong Peningkatan Modal Asuransi dan Reasuransi, Hadapi 'Hardening Market'
“Industri asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi secara agregat melaporkan RBC masing-masing 442,78% dan 321,62%, di atas threshold,” katanya.
Dari sisi aset, lanjut Ogi, industri asuransi jiwa serta umum dan reasuransi mencatatkan total aset Rp 903,58 triliun pada November 2024, tumbuh 2,71% dibanding periode yang sama 2023 yaitu Rp 879,71 triliun.

