Begini 5 Jurus BNI Hadapi Tantangan Likuiditas di 2025
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk menghadapi tantangan di 2025, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI memiliki lima jurus. Peningkatan dana pihak ketiga (DPK) dan transaksi dana murah menjadi fokus utama di tahun ini.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengungkapkan, tantangan likuiditas perbankan perlu diantisipasi dengan strategi bisnis yang terukur guna menjaga pertumbuhan kinerja BNI di tahun ini.
“Tantangan ke depan, dari ketidakpastian global menyebabkan tekanan nilai tukar rupiah dan likuiditas,” ujarnya, dalam keterangan pers, Jumat (3/1/2025).
Bank berkode saham BBNI ini, lanjut Royke, telah menyiapkan sejumlah strategi dalam menghadapi tantangan tersebut,salah satunya dengan meningkatkan dana murah lewat ekspansi digital perbankan.
Baca Juga
Kredit Konsumer dan Korporasi BNI Tumbuh Masing-Masing 14,6% dan 15,1% di Kuartal III 2024
Lebih lanjut, lima fokus utama BNI yang akan dioptimalkan di 2025 antara lain transformasi kantor cabang, transformasi human capital atau peningkatan produktivitas pegawai, pertumbuhan DPK khususnya tabungan dari transaksi, memperkuat ekosistem digital dalam meningkatkan dana murah atau current account and saving account (CASA) dan fee based income, serta melanjutkan perbaikan kualitas kredit.
“Diperlukan kolaborasi yang tinggi untuk mencapai tujuan tersebut,” kata Royke.
Baca Juga
Menurutnya, rencana strategis BNI di 2025 akan sejalan dengan sasaran pembangunan nasional dan aspirasi pemegang saham, diantaranya peningkatan kinerja melalui upaya strategis customer centric khususnya segmen korporasi dan konsumer, peningkatan jaringan internasional secara efektif, serta meningkatakan green financing.
Di lain sisi, peningkatan efisiensi dan efektivitas melalui digitalisasi proses bisnis termasuk penggunaan mobile banking juga menjadi fokus utama di tahun ini. “Melalui wondr by BNI dan BNIdirect serta seluruh ekosistem digital BNI, diharapkan akan mendorong pertumbuhan CASA dan transaksi, sehingga dapat menopang kinerja ke depan,” ucap Royke.

