BTN Catat Kenaikan Kredit 8,4% dan DPK 10,8% per November 2024
JAKARTA, investortrust.id - Meski dihadapkan pada sejumlah tantangan, di antaranya penurunan konsumsi rumah tangga dan biaya dana yang mahal, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN tetap mencatatkan kinerja yang solid. Tercermin dari pertumbuhan positif kredit dan dana pihak ketiga (DPK) per November 2024.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengungkapkan, pertumbuhan kredit dan pembiayaan, serta DPK BTN pada akhir tahun diperkirakan akan tetap sejalan dengan target yang telah ditetapkan perseroan.
“BTN menetapkan target pertumbuhan kredit dan pembiayaan di kisaran 10-11%, sedangkan pertumbuhan DPK di kisaran 10-12%,” ujarnya, dalam keterangan pers, Selasa (31/12/2024).
Menurut Nixon, penyaluran kredit dan pembiayaan BTN hingga November 2024 sebesar Rp 355,42 triliun, tumbuh 8,40% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 327,89 triliun.
Dari total Rp 355,42 triliun tersebut, lanjut dia, sebanyak Rp 43,64 triliun merupakan pembiayaan oleh unit usaha syariah (UUS) BTN, yakni BTN Syariah. Angka pembiayaan syariah tersebut meningkat 17,73% dari periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 47,07 triliun.
“Tidak hanya di sisi kredit, BTN juga mencatat peningkatan di sisi DPK yang mencapai Rp 366,22 triliun hingga November 2024, bertumbuh 10,88% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 330,27 triliun,” kata Nixon.
Baca Juga
BTN Gelar Anugerah Jurnalistik dan Foto 2025, Total Hadiah Rp 175 Juta
Perolehan DPK tersebut, dikatakan dia, ditopang oleh peningkatan giro yang tumbuh 14,47% secara year on year (yoy) menjadi Rp 148,43 triliun. Lalu, deposito juga mengalami peningkatan 11,06% (yoy) menjadi Rp 176,58 triliun per November 2024.
“Pertumbuhan kredit dan DPK tersebut mendongkrak peningkatan aset BTN menjadi Rp 449,36 triliun per November 2024, tumbuh 6,11% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar RP 423,47 triliun,” ucap Nixon.
Nixon menjelaskan, meski dihadapkan pada banyak tantangan di tahun ini, pihaknya tetap optimistis mencapai target pertumbuhan kredit dan DPK hingga akhir 2024. Sejumlah upaya dilakukan untuk menjaga pertumbuhan kredit di 2024, khususnya kredit ke sektor perumahan yang menjadi ceruk bisnsi BTN.
“Di sisi KPR subsidi, BTN menjadi mitra utama pemerintah untuk memberikan akses pembiayaan perumahan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ujarnya.
“Sedangkan di sisi KPR non subsidi, BTN terus menambah outlet khusus bernama Sales Center yang melayani segmen masyarakat menengah ke atas dengan layanan yang kompetitif,” sambung Nixon.
Baca Juga
BTN juga terus menggenjot kanal penyaluran kredit bermargin tinggi (high yield loans) terkait sektor perumahan, seperti Kredit Ringan (KRING), Kredit Agunan Rumah (KAR), dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pertumbuhan di kredit bermarjin tinggi ditopang oleh penyaluran ke nasabah existing BTN.
“Sebagai upaya perbaikan biaya dana, BTN terus berupaya meningkatkan perolehan dana murah melalui berbagai upaya meningkatkan transaksi ritel dan institusional, termasuk dengan memperkenalkan Super Apps Bale by BTN melalui soft launching baru-baru ini,” kata Nixon.

