Ditopang Kredit dan DPK, Laba BCA Tumbuh 14,31% Jadi Rp 50,47 Triliun per November 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan kinerja positif hingga November 2024. Hal ini tercermin dari laba tahun berjalannya yang tumbuh double digit, ditopang oleh kenaikan kredit dan dana pihak ketiga (DPK).
Merujuk laporan keuangan publikasi di website, bank berkode saham BBCA ini mencatatkan pertumbuhan laba tahun berjalan sebesar 14,31%, dari Rp 44,15 triliun pada November 2023 menjadi Rp 50,47 triliun di periode yang sama tahun ini.
Meningkatnya laba, salah satunya ditopang oleh fungsi intermediasi yang berjalan lancar. Buktinya, penyaluran kredit BCA tumbuh double digit atau tepatnya 15,47% menjadi Rp 875,78 triliun per November 2024, dibanding periode yang sama 2023 sebesar Rp 758,43 triliun.
Baca Juga
Berdayakan Perempuan Pengusaha, BCA Teken Komitmen Women Entrepreneurs Finance Code
Sejalan dengan itu, DPK yang berhasil dihimpun oleh BCA tercatat Rp 1.109,46 triliun pada November 2024, atau tumbuh 3,48% dibanding periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 1.072,14 triliun.
Jika di breakdown lebih lanjut, porsi dana murah atau current account saving account (CASA) di posisi November 2024 masih mendominasi total DPK BCA, dengan pangsa 82,46% atau sebesar Rp 914,85 triliun.
Baca Juga
Dari porsi dana murah tersebut, produk tabungan masih memimpin dengan nilai mencapai Rp 551,76 triliun, diikuti produk giro sebesar Rp 363,09 triliun.
Sementara itu, mendekati penghujung 2024, total aset BCA tercatat mencapai Rp 1.415,41 triliun, tumbuh 4,50% secara year on year (yoy) dibandingkan November 2023 yakni sebesar Rp 1.354,49 triliun.

