KPR Rumah Subsidi Capai 1,59 Juta Unit hingga 20 Desember 2024
JAKARTA, investortrust.id - Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho memaparkan, pemerintah telah menyalurkan sebanyak 1,59 juta unit rumah kredit pemilikan rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau subsidi senilai Rp 151,22 triliun. Jumlah itu merupakan akumulasi sejak program KPR FLPP digulirkan pada 2010 hingga 20 Desember 2024.
"Sejak digulirkan pada tahun 2010 hingga 20 Desember 2024, program KPR subsidi FLPP telah mencapai realisasi KPR sebesar 1,59 juta unit rumah untuk MBR senilai Rp 151,22 triliun dengan total dana kelolaan yang saat ini dikelola oleh BP Tapera sebesar Rp 116,27 triliun," ungkap Heru dalam penandatanganan PKS ke-39 bank penyalur KPR Subsidi FLPP di Auditorium Pekerjaan Umum (PU), Jakarta Selatan, Senin (23/12/2024).
Baca Juga
Ia menambahkan, penyaluran rumah subsidi selama pemerintahan era Prabowo Subianto telah mencapai lebih dari 35.000 unit.
"Penyaluran KPR subsidi oleh BP Tapera melalui perbankan, baik KPR FLPP maupun KPR Tapera mulai pemerintahan Bapak Prabowo di 20 Oktober sampai dengan 20 Desember 2024, kami melaporkan telah terealisasi (rumah subsidi) sebanyak 35.399 unit senilai Rp 4,45 triliun," imbuh Heru.
Sebelumnya, BP Tapera telah melaporkan, penyaluran pembiayaan perumahan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk masyarakat telah mencapai 151.902 unit rumah senilai Rp 18,56 triliun hingga kuartal III-2024.
“Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum memiliki rumah bisa memanfaatkan pembiayaan Tapera yang diusung oleh BP Tapera. Saat ini penyaluran dana Tapera terhitung tanggal 26 September 2024 telah menyalurkan pembiayaan perumahan sebanyak 151.902 unit rumah senilai Rp 18,56 triliun bagi peserta Tapera,” kata Heru beberapa waktu lalu.
Adapun penyaluran tersebut tersebar di 33 provinsi, 390 kabupaten/kota, disalurkan oleh 37 bank penyalur dan dibangun oleh 6.880 pengembang di 10.325 perumahan.
Di sisi lain, salah satu penerima manfaat pembiayaan Tapera, pegawai negeri sipil (PNS) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Nurhadi Saputro mengungkapkan kebahagiaannya atas manfaat yang diterimanya pada 2023.
“Saya berbahagia karena akhirnya bisa memiliki rumah yang layak huni untuk kami sekeluarga. Program ini sangat membantu san saya ingin, teman- teman lainnya yang PNS yang belum memiliki rumah bisa memanfaatkan program ini,” imbuh dia.
Nurhadi menyampaikan, proses pengajuannya juga sangat cepat hanya butuh waktu dua bulan saja.
“Perumahan ini sangat berarti dan saya bersyukur karena proses pengajuan rumah sangat mudah. Bunganya flat dan cicilannya sangat terjangkau. Jumlah cicilan per bulan hampir sama dengan biaya kontrakan,” tambah dia.
Baca Juga
Menteri BUMN Harap Ada Regulasi yang Mempercepat Penyaluran 800 Ribu Rumah FLPP
Heru turut menyatakan, BP Tapera membidik penyaluran dana FLPP sebanyak 166.000 unit rumah senilai Rp 21,69 triliun hingga akhir tahun 2024.
Sebagai informasi, penyaluran dana FLPP sebesar Rp 21,69 triliun tersebut berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2024 sebesar Rp 13,72 triliun, total pengembalian pokok tahun 2024 sebesar Rp 7,32 triliun, dan dana saldo awal tahun 2024 sebesar Rp 655,20 miliar dengan total bank penyalur sebanyak 33 bank yang terdiri dari 17 bank konvensional dan 16 bank syariah.

