OJK Beberkan Penyebab Melambatnya Kredit UMKM di September 2024
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, hingga September 2024 penyaluran kredit perbankan terhadap sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengalami perlambatan. Faktor pemicu utama secara umum karena kondisi makro ekonomi.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan, kondisi makro ekonomi seperti tingkat pertumbuhan ekonomi nasional dan daya beli masyarakat, serta dinamika global termasuk situasi geopolitik berpengaruh terhadap penyaluran kredit UMKM.
“Meskipun hingga September 2024 masih terdapat tantangan dalam penyaluran kredit UMKM, Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) dan perbankan lainnya tetap optimis dan mendukung upaya pemerintah untuk dapat meningkatkan penyaluran kredit terhadap UMKM secara sehat dan berkesinambungan,” ujarnya, dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Oktober 2024, yang diadakan secara virtual, Jumat (1/11/2024).
Hingga September 2024, lanjut Dian, penyaluran kredit UMKM perbankan tumbuh 5,04% secara year on year (yoy) menjadi Rp 1.495,97 triliun. Angka pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan periode yang sama 2023 yaitu tumbuh 8,34% (yoy). Sementara jika dibandingkan bulan Agustus 2024 yang sebesar 4,42%, pertumbuhan di periode September 2024 masih lebih baik.
“Adapun NPL (non performing loan) relatif terjaga sebesar 4% pada September 2024, menurun dibandingkan bulan Agustus,” katanya.
Baca Juga
BSI Sambut Baik Program Pemerintah Terkait Hapus Tagih Utang Petani, Nelayan hingga UMKM
Dikatakan Dian, perlambatan kredit UMKM posisi September tersebut juga tak lepas dari kondisi dunia usaha yang masih dalam tahap recovery pasca era covid-19. Selain itu, juga dipengaruhi adanya pelunasan fasilitas oleh pelaku UMKM, serta hapus buku oleh bank penyalur kredit UMKM.
Untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada UMKM secara optimal, OJK terus mendorong pelaku perbankan melalui inklusi keuangan dengan perluasan jaringan laku pandai, serta konsistensi pelaksanaan program kredit usaha rakyat (KUR).
Baca Juga
OJK Ungkap Kinerja Intermediasi Perbankan Tumbuh Positif dengan Profil Risiko yang Terjaga
Dian berharap, dengan proyeksi ekonomi Indonesia yang akan semakin baik ke depannya, disertai kondisi politik yang semakin stabil, tentunya dapat membawa dampak positif terhadap aktivitas bisnis UMKM, dan pergerakan ekonomi masyarakat.
“Sehingga pada gilirannya, kredit UMKM juga akan mampu tumbuh secara berkelanjutan,” ucapnya.
“Selanjutnya pada tahun mendatang, dukungan industri perbankan terhadap pertumbuhan UMKM dinilai tetap akan optimis yang tercermin dari proyeksi rencana bisnis yang meningkat setiap tahunnya,” sambung Dian.

