Per Kuartal III 2024, Panin Bank Salurkan Kredit Rp 149 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) atau Panin Bank mencatatkan total kredit yang diberikan hingga kuartal III 2024 mencapai Rp 149,02 triliun. Raihan ini naik dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 140,23 triliun.
Presiden Direktur Panin Bank Herwidayatmo mengatakan, pertumbuhan kredit Panin Bank tersebut didukung segmen ritel khususnya kredit pemilikan rumah (KPR) yang naik 6,47%, serta segmen komersial yang naik 3,84%.
Dengan pertumbuhan tersebut porsi kredit ritel dan komersial kini mencapai 56,43% dari total kredit, dan sisanya segmen korporasi. Demikian tertulis dalam keterangan pers dikutip Senin (28/10/2024).
Bank yang berdiri pada tahun 1971 silam tersebut, berhasil mempertahankan kualitas kredit yang diberikan dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di level yang aman. NPL gross berhasil diturunkan menjadi 3,17% dari periode yang sama tahun 2023 sebesar 3,70%, sedangkan NPL net berhasil dijaga pada level 1,09%.
Baca Juga
Tingkatkan CASA, PaninBank Luncurkan Panin Super Bonanza 2023-2024
Namun kinerja kredit tak sejalan dengan pencapaian laba. Laba bersih Panin Bank pada 30 September 2024 sebesar Rp 2,30 triliun, turun 18,98% dari periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 2,83 triliun.
Kenaikan suku bunga yang terjadi selama tahun 2024 telah menyebabkan turunnya margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) menjadi 4,44%, dibanding periode yang sama tahun 2023 sebesar 5,06%, yang menekan kemampuan Panin Bank membukukan laba.
Di samping itu, hingga kuartal III 2024 Bank Panin membukukan biaya penyisihan penghapusan kredit sebesar Rp 902,99 miliar.
Sementara itu, permodalan terus ditingkatkan dan telah mencapai Rp 52,2 triliun dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 34,08%. Rasio likuiditas loan-to-deposit ratio (LDR) berada pada posisi optimum sebesar 91,78% di bulan September 2024.
Baca Juga
Soal Rencana ANZ Lepas Saham Bank Panin (PNBN), Ini Kata OJK
Sementara, total aset konsolidasi per 30 September 2024 sebesar Rp 230,6 triliun atau tumbuh 3,86%, dan total kredit yang diberikan mencapai Rp 149,02 triliun, naik 0,35% dibanding posisi akhir Desember 2023.
“Posisi likuiditas Panin Bank terjaga dengan baik dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 5,41% dan telah mencapai Rp 153,08 triliun, dengan CASA (dana murah) mencapai 42,99%,” tulisnya.
Di sisi lain pada awal Oktober 2024 Panin Bank yang berkode saham PNBN ini berhasil menyelesaikan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan IV Bank Panin Tahap II Tahun 2024, dengan jumlah Pokok Obligasi yang diterbitkan sebesar Rp 3,91 triliun.
Seluruh dana hasil penerbitan obligasi berkelanjutan tersebut, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka pengembangan usaha terutama dalam pemberian kredit.

