Premi Industri Asuransi Umum Tumbuh 18,4% Menjadi Rp 57,92 Triliun di Semester I-2024
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan, industri general insurance mencatatkan pertumbuhan premi 18,4% dari Rp 48,91 triliun pada semester I-2023 menjadi Rp 57,92 triliun di semester I-2024.
Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik dan Riset Trinita Situmeang mengungkapkan, dari 15 lini usaha yang ada, hanya tiga lini usaha yang mencatatkan kontraksi yaitu yaitu asuransi rekayasa (engineering), energy off shore, dan suretyship.
“Sedangkan untuk lini usaha yang lainnya tercatat mengalami pertumbuhan yang positif pada pelaporan data industri asuransi periode triwulan II-2024,” ujarnya, dalam konferensi pers kinerja asuransi umum semester I 2024 yang digelar AAUI, di Jakarta, Senin (30/9/2024).
Trinita mengungkapkan, ada tiga lini usaha yang menjadi pangsa terbesar penyumbang premi yaitu properti dengan pangsa 28,8%, asuransi kredit 18,3%, dan asuransi kendaraan bermotor 17,3%.
Baca Juga
DBS Optimistis Pasar Modal RI Akan Berkinerja Positif, Ini Katalis Pendorongnya
Ia merinci, perolehan premi dari lini asuransi properti mencapai Rp 16,66 triliun atau tumbuh 32,8% secara year on year (yoy) pada semester I 2024. Faktor pendorong dari perolehan premi ini salah satunya adalah naiknya harga sewa properti komersial di triwulan I-2024.
“Pertumbuhan ini tentunya difaktori oleh tumbuhnya permintaan sewa untuk properti komersial juga stabilnya indeks penjualan properti komersial di Indonesia,” kata Trinita.
Kemudian untuk asuransi kredit, lanjut dia, tumbuh 26% (yoy) menjadi Rp 10,59 triliun. Hal ini seiring dengan tumbuhnya kegiatan usaha di sejumlah sektor, serta adanya dukungan pemerintah dalam penyaluran kredit baru untuk masyarakat yang sangat mempengaruhi kenaikan dari premi asuransi kredit di industri asuransi umum.
Dikatakan Trinita, asuransi kendaraan bermotor tumbuh 2,0% (yoy) menjadi Rp 10,04 triliun. Menurutnya, asuransi kinerja asuransi kendaraan bermotor relatif stabil dalam hal perolehan premi.
“Meskipun terlihat data penjualan mobil listrik meningkat drastis, namun lini usaha ini tetap masih menjadi salah satu pangsa pasar terbesar di industri asuransi umum Indonesia,” ucapnya.
Sementara itu, industri general insurance mencatatkan kenaikan klaim 12,1% dari Rp 20,13 triliun pada semester I-2023 menjadi Rp 22,57 triliun di periode yang sama tahun ini. Trinita mengatakan, kenaikan klaim terjadi hampir di sebagian lini usaha, sedangkan tujuh lini usaha mencatatkan penurunan klaim.
Baca Juga
“Lini usaha tersebut (penurunan klaim), diantaranya asuransi liability, suretyship, asuransi kecelakaan diri, asuransi satelit, asuransi penerbangan, asuransi energy off shore, dan asuransi properti,” ujarnya.
Selain itu, dari sisi rasio klaim dibayar dengan premi yang dicatat industri asuransi umum pada semester I berada pada level 39% pada semester I-2024. Artinya, premi yang didapat masih lebih besar dibanding dengan premi yang dibayar.

