BI: Ekonomi Syariah dan Keuangan Berperan Penting dalam Membentuk Masa Depan Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa ekonomi syariah dan keuangan akan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan Indonesia.
Hal itu diungkapkan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dalam acara Islamic Leaders Conference di Menara Syariah Twin Tower, Tangerang, Rabu (11/9/2024).
"Saat ini, Indonesia berada pada momen penting di mana keselarasan etika prinsip-prinsip dengan tujuan ekonomi dapat mendorong perekonomian yang lebih inklusif, adil, dan jalur berkelanjutan ke depan," ujar Destry.
Destry menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Menurutnya, BI telah menyaksikan dengan cepat ekspansi perbankan syariah, penerbitan sukuk inovatif untuk nasional proyek infrastruktur, dan meningkatnya popularitas sesuai syariah
investasi.
"Komitmen pemerintah, bersama dengan strategis roadmap yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Komite Nasional
Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), telah berperan penting dalam memposisikan Indonesia sebagai pemimpin global dalam keuangan Islam," ungkap Destry.
Lebih lanjut, Destry menyebut, perkembangan positif ini tercermin dari kinerja Indonesia yang kuat di sektor-sektor seperti makanan halal, fesyen sederhana, dan Green Sukuk, yang menarik perhatian internasional dengan signifikan.
"Indonesia besar secara digital, melek huruf, dan populasi muda, dikombinasikan dengan usaha mikro yang berkembang sektor ini, memberikan peluang untuk pengembangan lebih lanjut," kata Destry.
Namun begitu, Destry membeberkan bahwa perjalanan ini masih jauh dari selesai. BI, kata Destry, masih menghadapi
tantangan struktural yang memerlukan perhatian segera.
"Meskipun mengalami kemajuan, pangsa pasar perbankan syariah tetap di bawah 8%, dan penetrasi dari produk keuangan Islam di daerah pedesaan terbatas. Masih banyak orang Indonesia yang tersisa di luar sistem keuangan formal, dengan akses terbatas pada layanan yang dapat mengubah hidup mereka," jelas Destry.
Di sisi lain, Destry menyampaikan bahwa tantangan lainnya mencakup kesenjangan dalam sumber daya manusia, infrastruktur teknologi, dan kondisi ekonomi global yang terus berkembang.
"Ini hambatan menuntut solusi inovatif dan berani, tidak hanya itu mengatasi masalah-masalah mendesak tetapi juga membangun sistem yang tangguh, inklusif, dan ekosistem keuangan syariah yang adaptif," pungkas Destry.

