AXA Financial Ungkap Digitalisasi Bantu Perusahaan Asuransi Atasi Peningkatan Klaim
JAKARTA, investortrust.id - AXA Financial Indonesia membeberkan bahwa pihaknya sempat mencatatkan peningkatan klaim asuransi kesehatan yang drastis dari dua tahun sebelumnya. Sehingga, hal tersebut berpengaruh kepada laba dan keuntungan yang berpotensi diraup oleh perusahaan.
“Karena sebelumnya tidak ada transparansi. Karena masih ada proses manual di mana orang-orang mengajukan klaim secara manual,” ujar President Director AXA Financial Indonesia Niharika Yadav dalam Artemis Collaboration Signing di Gama Tower, Jakarta, dikutip Selasa (3/9/2024).
Namun dalam waktu kurang dari delapan bulan, perusahaan dapat mengelola klaim tersebut sehingga dapat turun menjadi US$ 9 miliar. Hal itu disebabkan oleh pengoptimalisasi digitalisasi pada ekosistem AXA Financial.
“Kami sangat bangga dalam waktu kurang dari 8 bulan, klaim dapat turun ke US$ 9 miliar saja, kami membayarnya secara sistematis sebab hal tersebut merupakan komitmen kami kepada nasabah. Dan kejadian tersebut mendorong kami untuk mengotomatiskan dan mendigitalisasi seluruh proses dalam ekosistem kami,” tuturnya.
Baca Juga
Saat ini, digitalisasi dianggap membantu proses pengalaman pelanggan secara otomatis sehingga dapat memberikan pengalaman yang baik. Pemastian bahwa identifikasi proses klaim asuransi berjalan dengan baik perlu terus dilakukan oleh perusahaan asuransi.
“Dalam asuransi kesehatan, nasabah memiliki banyak keterlibatan, nasabah mengklaim, lalu memperbarui, lalu mengklaim lagi. Kami perlu memastikan bagaimana kami dapat membuat pengalaman dan perjalanan pelanggan berjalan secara lancar dan otomatis,” ujarnya.
Baca Juga
Di samping itu, transformasi digital juga dinilai memiliki peran penting dalam administrasi pihak ketiga seperti rumah sakit yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi. Lebih lanjut, digitalisasi dan transparansi juga dapat membantu perusahaan asuransi dalam memahami relevansi medis para nasabah yang dapat mengurangi adanya kecurangan medis.
“Dan saya pikir itu akan mengendalikan banyak penipuan dan penyalahgunaan, yang saat ini menurut perkiraan saya, sekitar 20% dalam industri. Angka tersebut tinggi sehingga transparansi benar-benar penting dalam hal digitalisasi,” kata Niharika.
Dalam kesempatan yang sama, rumah sakit ternama asal India Artemis Hospital jalin kolaborasi strategis bersama Perkasa Hospital Service berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Alasan digagasnya kolaborasi ini selain India memiliki kualitas layanan kesehatan tingkat dunia dan dokter yang berpengalaman, adalah biaya kesehatan di India yang lebih terjangkau daripada negara lain.

