Bakal Luncurkan Paylater Tahun Depan, BSI (BRIS) Beberkan Progres Terbarunya
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI tengah mengembangkan layanan terbarunya, yakni fitur buy now pay later (BNPL) alias paylater.
Senior Executive Vice President (SEVP) Digital Banking BSI Saut Parulian Saragih mengungkapkan, saat ini progres layanan terbaru dari bank syariah terbesar di Indonesia ini masih dalam tahap pengajuan izin kepada regulator.
Menurut Saut, paylater BSI akan diluncurkan secara terpisah dengan superapp BSI. Di mana, superapp BSI direncanakan bakal rilis pada tahun ini.
Baca Juga
Bisnis Remitansi BSI Meningkat 10%, Transaksi Tembus Rp 50 Triliun
"Kemungkinan begitu (peluncuran paylater tahun 2025), cuma kita masih kejar terus kok, karena masih banyak juga yang sedang dikerjakan. Ini kan superapp pekerjaan besar, jadi kita fokus ke situ dulu. Itu saja buat kami sudah mungkin dua tahun kami kerjakan," ujar Saut saat ditemui dalam acara Peluncuran Panduan Resiliensi Digital dan Diskusi Tata Kelola Artificial Intelligence di Sektor Perbankan di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (20/8/2024).
Saut menjelaskan, BSI tidak akan terburu-buru dalam meluncurkan paylater. Hal itu dilakukan guna menghindari munculnya masalah seperti peningkatan kredit macet atau non performance financing (NPF).
"Kalau kami maunya secepat mungkin (meluncurkan paylater), tapi banyak sekali konsiderasi yang harus kami lihat. Kalau bisa sih," ungkap Saut.
Baca Juga
BSI Ajak Usaha Kecil Naik Kelas Melalui Festival UMKM di Hari Kemerdekaan
Lebih lanjut, Saut membeberkan, peluncuran paylater BSI ini nantinya sekaligus juga menjadi cara BSI untuk menarik nasabah baru.
“Sebetulnya kan ada potensi yang ada nasabah yang kita tidak bisa sentuh langsung kan. Karena dia belum menjadi nasabah kita, mungkin ini akan menjadi salah satu untuk menarik nasabah baru. Cuma balik lagi, kita betul-betul sedang assess dulu lah dengan hati-hati, jangan sampai ini hurting bisnis. Kami ingin nasabah tumbuhnya sustainable. Jangan sampai karena tidak properly plan jadi hurting bisnis," jelas Saut.

