OJK Sebut Suku Bunga Tinggi Bikin Sejumlah Bank Turunkan Target Laba
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah kondisi suku bunga global yang masih tinggi dan suku bunga kredit yang tergolong stabil saat suku bunga dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut sejumlah bank merevisi target laba ke bawah.
“Meski begitu, sesuai RBB (rencana bisnis bank) revisi bank NIM (net interest margin) pada akhir 2024 diproyeksikan masih tergolong stabil dibandingkan NIM pada semester I 2024,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/8/2024).
Hal ini, lanjutnya, tercermin dari capaian realisasi laba industri perbankan pada semester I-2024 yang lebih baik dibandingkan proyeksi awal tahun. Sejalan dengan itu, optimisme penyaluran kredit di tahun ini juga masih tinggi dengan pencapaian double digit.
“Pertumbuhan kinerja perbankan 2024 diharapkan tetap terjaga baik meskipun mungkin tidak setinggi tahun lalu,” kata Dian.
Baca Juga
Dikatakan dia, seiring membaiknya kondisi ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19, memberi sinyal kuat bagi dunia usaha untuk kembali melakukan ekspansi bisnis. Sementara, tingginya suku bunga global dan fluktuasi nilai tukar membuat korporasi domestik cenderung memilih pembiayaan dari perbankan domestik yang memiliki suku bunga kredit yang cenderung stabil.
“Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, perbankan optimistis akan pencapaian target pertumbuhan kredit perbankan di akhir tahun 2024,” ucap Dian.
Di lain sisi, menurutnya, tak dapat dipungkiri bahwa kini biaya dana atau cost of fund perbankan naik, terlihat dari suku bunga DPK yang meningkat. Kenaikan ini tidak serta mentransmisikan suku bunga kredit, karena bank lebih memprioritaskan untuk menjaga kualitas kredit.
“Meskipun demikian, ketahanan perbankan masih tetap tinggi terlihat dari profitabilitas yang masih terjaga meskipun NIM mengalami sedikit penurunan,” ujar Dian.
Sebagai informasi, OJK mencatat, hingga semester I-2024 NIM perbankan berada di level 4,57% atau menyusut ketimbang periode yang sama tahun lalu yaitu 4,80%. Meski begitu, profitabilitas bank masih terbilang memadai, tercermin dari return on asset (ROA) sebesar 2,66% per Juni 2024, dari Mei 2024 yaitu 2,56%.
Hal ini juga didukung oleh tingkat permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) yang masih berada di level tinggo, yaitu 26,18%.
Baca Juga
Laba WGSH Anjlok 33% saat Pendapatan Melonjak 35% di Semester I-2024
Dari sisi intermediasi, industri perbankan mencatatkan pertumbuhan kredit 12,36% dari Rp 6.656 triliun pada semester I 2023 menjadi Rp 7.478 triliun di periode yang sama tahun ini.
Sejalan dengan kredit, penghimpunan DPK secara industri juga tumbuh 8,45% secara tahunan menjadi Rp 8.722 triliun di semester I 2024. Giro menjadi kontributor pertumbuhan terbesar, yaitu 13,48% secara tahunan.

