Bank Mega Syariah Bidik Pembiayaan Rumah Naik 20% di Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - Pembiayaan rumah di tahun ini menghadapi berbagai tantangan yang tidak mudah. Meski begitu, Bank Mega Syariah optimistis prospek bisnis pembiayaan perumahan masih besar seiring dengan kebutuhan yang meningkat.
Consumer Financing Business Division Head Bank Mega Syariah Raksa Jatnika Budi memperkirakan pembiayaan perumahan masih bisa tumbuh positif hingga akhir tahun ini, didorong oleh minat investasi masyarakat dan tingginya backlog perumahan.
”Target pertumbuhan pembiayaan rumah hingga Desember 2024 lebih mencapai 15-20% secara tahunan,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (9/8/2024).
Baca Juga
Hingga Semester I 2024, Volume Tabungan Haji Bank Mega Syariah Naik 12,47%
Untuk mencapai target tersebut, lanjut Raksa, ada sejumlah strategi yang dipersiapkan Bank Mega Syariah. Antara lain, melakukan pemilihan segmen nasabah yang tepat, percepatan proses layanan, penawaran harga spesial, dan program menarik lainnya.
Dengan berbagai inovasi dan strategi yang diterapkan, pihaknya terus berkomitmen untuk menjadi pilihan utama masyarakat dalam pembiayaan pemilikan rumah. “Dengan memberikan solusi yang menguntungkan dan memudahkan nasabah dalam memiliki rumah impian mereka,” kata Raksa.
Hingga Juli 2024, outstanding pembiayaan rumah Bank Mega Syariah tumbuh 8,16% secara tahunan. Sementara itu, dalam tiga tahun belakangan atau selama periode 2021-2023, pembiayaan rumah tumbuh secara rata-rata sebesar 25%.
Baca Juga
Perluas Akses Keuangan, Bank Mega Syariah Berikan Literasi kepada Pelajar
Terlepas dari itu, sebagai informasi, saat ini pembiayaan rumah menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari tingginya suku bunga pinjaman yang mempengaruhi akses masyarakat terhadap kredit pemilikan rumah (KPR).
Ditambah lagi, kuota dari fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk tahun ini turun signifikan, menjadi hanya 166.000 unit rumah subsidi, dari 229.000 unit rumah subsidi pada tahun 2023.

