Pendapatan Konsolidasi IFG Life Meroket 334%, Ternyata Ini Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) mencatatkan pertumbuhan pendapatan konsolidasian sebesar 334% dari Rp 992,8 miliar pada Juni 2023 menjadi Rp 3,3 triliun di periode yang sama tahun ini. Capaian ini ditopang oleh pendapatan premi dan hasil investasi yang meningkat.
Direktur Keuangan IFG Life Ryan Diastana Firman mengungkapkan, pendapatan premi bruto konsolidasian IFG Life meroket menjadi Rp 3,6 triliun pada semester I-2024, dari periode yang sama 2023 sebesar Rp 243,2 miliar.
“Pengelolaan investasi yang prudent, seiring dengan manajemen risiko yang baik dan terukur, juga turut memberikan hasil positif dengan kenaikan hasil investasi,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Senin (5/8/2024).
Baca Juga
Secara rinci, pada semester I-2024 IFG Life mencatatkan hasil investasi konsolidasian sebesar Rp 940,3 miliar atau naik 27,3% dibandingkan periode yang samat tahun lalu yakni sebesar Rp 736,2 miliar.
“Masuknya Mandiri Inhealth sebagai anak perusahaan IFG Life juga menjadi katalis penting yang mendorong kinerja bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang,” kata Ryan.
IFG Life yang menjadi pemegang saham pengendali, lanjutnya, berkomitmen untuk mendukung pengembangan bisnis Mandiri Inhealth serta melakukan peningkatan layanan kepada seluruh pemegang polis di kedua perusahaan.
Baca Juga
Kemenkominfo Klaim Hampir Semua Wilayah Permukiman dapat Sinyal Seluler
Menurut Ryan, sepanjang tahun ini pihaknya terus melakukan upaya transformasi dan inovasi, termasuk menciptakan bisnis baru yang sustainable. Karena, transformasi menjadi poin penting bagi IFG Life dalam mengembangkan bisnis berkelanjutan.
“Hal ini ditunjang oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan unggul di bidangnya yang menjadi nilai tambah,” ucap Ryan.

