Warga Jatigede Krisis Air? Dompet Dhuafa dan IKA Fikom Unpad Turun ke Lapangan
Poin Penting
|
SUMEDANG, Investortrust.id – Kebutuhan air bersih di Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, masih menjadi persoalan mendesak. Dompet Dhuafa bersama Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (IKA Fikom Unpad) dan jajaram Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang meninjau langsung kondisi lapangan dan menemukan bahwa sistem pengolahan air bersih di wilayah tersebut masih jauh dari memadai.
Peninjauan dilakukan pada Selasa (14/10/2025) dengan menyoroti sanitasi dan sistem pipanisasi yang terbatas. Air bersih di wilayah Jatigede masih bergantung pada mesin penyedot dan kolam penampungan berkapasitas sekitar 20.000 liter. Namun, kondisi air di penampungan sering kali tidak jernih karena filterisasi yang belum optimal dan pencampuran dengan limbah.
Camat Jatigede Koswara menjelaskan, sebagian besar warga bergantung pada air dari Waduk Jatigede dan sungai sekitar, yang jumlahnya masih jauh dari cukup. “Di wilayah kami cukup memprihatinkan untuk kebutuhan air bersih. Saat ini kami masih mengandalkan mesin pompa air, tetapi belum bisa mencukupi kebutuhan warga,” ujar dia dalam keterangannya, Rabu (15/10/2025).
Baca Juga
PLN Nusantara Power dan Dompet Dhuafa Sukses Kembangkan Kopi Letta
Ia menambahkan, wilayah Jatigede memiliki karakter geologi berbatu yang membuat pengeboran sumur bor menjadi sulit dan mahal, dengan kedalaman mencapai 200 hingga 300 meter. Kondisi tersebut memperburuk krisis air di 11 desa, termasuk Cijeungjing, Kadujaya, dan Lebaksiuh, yang dihuni ribuan penduduk.
Keterbatasan pasokan air bersih bukan hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak langsung terhadap sektor pertanian. Di Desa Kadujaya, yang berbatasan dengan Majalengka, petani mangga mengaku kesulitan mengairi kebun di kawasan perbukitan. Banyak warga berinisiatif membuat embung (tampungan air hujan) untuk mengatasi kekeringan, tetapi hasil panen tetap menurun akibat cuaca ekstrem dan minimnya pasokan air.
Selain sektor pertanian, krisis air turut memengaruhi kualitas hidup masyarakat. Beberapa warga masih melakukan buang air besar di tempat terbuka karena tidak memiliki akses air bersih untuk sanitasi. Kekurangan air juga menghambat pemenuhan gizi anak-anak, terutama dari keluarga berpenghasilan rendah, karena mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air layak konsumsi.
Langkah Kolaboratif Menuju Solusi
Dosen Fikom Unpad Syauqi mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah awal kolaboraksi (kolaborasi-aksi) antara kampus, lembaga sosial, dan pemerintah daerah. “Kami berharap inisiatif ini bisa menjadi jembatan kebaikan bagi warga Jatigede dan sekitarnya,” ujarnya.
Baca Juga
Sementara itu, Pimpinan Dompet Dhuafa Jawa Barat Yogi Achmad Fajar menegaskan bahwa hasil peninjauan akan menjadi dasar untuk menyusun rencana penyediaan air bersih secara berkelanjutan. “Kami akan mencari solusi atas kesulitan air di Jatigede. Hari ini juga kami menyalurkan puluhan Al-Qur’an untuk mendukung kegiatan keagamaan warga,” katanya.
Yogi menambahkan, kerja sama dengan IKA Fikom Unpad dan Kecamatan Jatigede diharapkan menjadi model kemitraan sosial yang efektif. “Kami ingin memastikan donasi yang terhimpun dari zakat, infak, sedekah, dan wakaf disalurkan ke penerima manfaat yang tepat. Krisis air ini harus segera diatasi karena berdampak langsung pada ekonomi dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

